Uji Coba Rampung, Skytrain Tanpa Masinis di Bandara Soetta Tinggal Tunggu Sertifikasi

Jakarta – PT Len Industri dan Badan Pengkajian dan Penerapan (BPPT) telah merampungkan proses uji coba kereta dengan tanpa masinis atau driverless untuk kalayang (skytrain) , Tangerang, Banten. Kereta tanpa masinis atau Automatic People Mover System (APMS) ini kabarnya tinggal menunggu proses sertifikasi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Layanan Skytrain Bandara Internasional Soekarno-Hatta - thetravelearn.com

Layanan Skytrain Bandara Internasional Soekarno-Hatta – thetravelearn.com

Dalam kegiatan akhir audit teknologi Communication-Based Train Control (CBTC) Deputi Bidang Teknologi , Energi, dan Material BPPT, Eniya Listiani Dewi mengungkapkan bahwa sistem CBTC itu akan menjadikan skytrain Bandara Soetta sebagai moda kereta full driverless pertama di Indonesia.

Berdasar hasil uji coba, skytrain tanpa masinis tersebut sudah dapat beroperasi dengan baik. “Kita sudah melihat performa, sistem, dan seluruh aspek. Selama 14 bulan, kita cek dan kali ini kita sudah memastikan semua bergerak dengan baik,” ungkap Eniya.

“Dalam kegiatan uji tersebut kami meninjau juga ruang Operation Control Center (OCC) untuk memantau uji ketahanan (endurance test) operasi driverless Skytrain Kalayang yang sedang menjalankan empat train set Kalayang secara otomatis dari terminal T1 ke terminal T3 dan sebaliknya secara looping terus menerus dan melihat peralatan trackside CBTC di ER (Equipment Room),” sambungnya.

Eniya juga mengakui bahwa beberapa waktu ada sejumlah prosedur yang perlu diperbaiki. Tetapi, temuan-temuan itu dipastikan telah diselesaikan. “Dan kali ini sudah clear semua, sehingga kita bisa mengeluarkan rekomendasi teknis dari BPPT,” bebernya.

Ia mengharapkan supaya sistem Automatic Train Operation (ATO) dan Automatic Train Protection (ATP) Len dapat diterapkan di seluruh lintasan perkeretaapian. “Skytrain Kalayang Bandara Soekarno Hatta akan menjadi moda kereta full driverless pertama di Indonesia yang memberikan keamanan, kenyamanan, dan keandalan bagi para penumpang di bandara. Saya yakin Indonesia bisa lebih maju karena semua sudah bisa di-handle oleh tenaga lokal di Indonesia,” katanya.

Adapun skytrain Bandara Soekarno-Hatta sendiri telah beroperasi dari September 2017. Namun selama itu pengoperasiannya masih memakai masinis. Kalayang digunakan oleh sekitar 20.000-25.000 penumpang per hari di 4 terminal Bandara Soekarno-Hatta.