Kalahkan Changi, Soekarno-Hatta Jadi Bandara Tersibuk di ASEAN

Jakarta – Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Indonesia (Airnav) menuturkan jika kini , Cengkareng, Tangerang merupakan tersibuk di kawasan ASEAN. Hal tersebut tampak dari perbandingan jumlah pergerakan (movement) tiap harinya.

Pergerakan Pesawat di Bandara Soekarno-Hatta - infotikita.blogspot.com

Pergerakan Pesawat di Bandara Soekarno-Hatta – infotikita.blogspot.com

Direktur Operasi Airnav Indonesia, Wisnu Darjono menuturkan jika saat ini jumlah pergerakan pesawat di Bandara Soetta sekitar 72 pesawat per jam atau sekitar 1.200-1.700 per hari. Jumlah itu masih belum termasuk dengan pesawat yang hanya melintas lewat Bandara Soetta.

“Kalau dibandingkan beberapa bandara di ASEAN, Soetta itu jadi yang tersibuk, banyak sekali penerbangan yang take off dan landing di sana, belum termasuk yang overflying atau lalu lalang,” kata Direktur Operasi Airnav Indonesia, Wisnu Darjono.

Berdasarkan data terbaru, di kawasan ASEAN bandara tersibuk kedua setelah Soetta adalah Bandara Internasional Kuala Lumpur Malaysia, dengan dengan pergerakan pesawat 971 per hari. Kemudian di posisi ke-3 ada Bandara Internasional Changi Singapura dengan pergerakan pesawat 948 per hari dan Bandara Internasional Suvarnabhumi, Bangkok yang melayani pergerakan pesawat 868 tiap harinya.

Bila dibandingkan dengan sejumlah bandara lainnya di wilayah Indonesia, kepadatan di Bandara Soekarno Hatta juga tidak tertandingi. Bila dirata-rata, tiap bulannya kepadatan di Soetta mencapai 29.633 pergerakan pesawat.

Selain Bandara Soetta, ada juga bandara lain di Indonesia yang cukup padat seperti Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar, Bandara Juanda di Surabaya, Bandara Ngurah Rai di Denpasar, Bandara Sepinggan di Balikpapan, dan Bandara Kualanamu di Medan. “Jadi, ini yang selalu akan kita coba untuk kelola. Kalau terbang enggak pakai antre tentu lebih cepat dan bisa dioptimalisasi,” katanya.

“Soetta itu masih bisa ditingkatkan pergerakannya setiap hari. Saat ini aja pergerakan per jamnya 72 pergerakan, nanti akan bisa ditambah jadi 86 pergerakan per jam,” imbuh Wisnu. Menurutnya, peningkatan movement di Bandara Soetta harus didukung dengan sejumlah fasilitas seperti East Cross Taxi Way dan penambahan rapid exit taxi way.