Juni 2019, Citilink Terbang Indonesia-Kamboja via Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA – Masyarakat Indonesia yang ingin melakukan perjalanan ke Kamboja, sebentar lagi tidak perlu transit. Pasalnya, pada bulan Juni 2019, Indonesia berencana meluncurkan langsung Jakarta-Phnom Penh PP sebanyak tiga kali seminggu dari di Tangerang.

Sudirman Haseng, Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Kamboja - kabar24.bisnis.com

Sudirman Haseng, Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Kamboja – kabar24.bisnis.com

“Penerbangan langsung yang telah lama ditunggu-tunggu antara Indonesia dan Kamboja akhirnya akan terwujud di tahun ini,” ujar Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Kamboja, Sudirman Haseng, dilansir Okezone.com. “Citilink Indonesia, anak perusahaan Garuda Indonesia, akan meluncurkan penerbangan perdana Jakarta-Phnom Penh pada Juni 2019 sebanyak tiga kali dalam seminggu.”

Dengan adanya penerbangan langsung menuju Kamboja ini, dari Jakarta-Phnom Penh, diyakini akan lebih mendekatkan masyarakat dan sektor swasta kedua negara di kawasan ASEAN tersebut. Para pemimpin asosiasi pariwisata juga mengharapkan adanya kerja sama antara Citilink dengan para pihak agen perjalanan atau tur operator.

“Penerbangan langsung Indonesia-Kamboja kini bukanlah lagi mimpi, namun suatu kenyataan,” timpal Menteri Pariwisata Kamboja, Dr. Thong Khon. “Saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia, Kementerian Pariwisata Indonesia, KBRI Phnom Penh, Citilink Airlines, dan berbagai pihak atas dukungan dan kerja sama yang baik mewujudkan impian kita bersama.”

Sementara itu, Vice President of Corporate Strategy Citilink Indonesia, Heriyanto, menuturkan bahwa penerbangan langsung Jakarta-Phnom Penh diperkarakan akan mulai beroperasi pada bulan Juni 2019 mendatang. Citilink Indonesia akan terbang dari Terminal Low Cost Carrier Bandara Internasional Soekarno-Hatta menggunakan pesawat jenis Airbus A320 berkapasitas 180 kursi.

Penerbangan langsung antara Indonesia dan Kamboja ini telah melalui berbagai diskusi sejak awal gagasan ini dicetuskan. Banyak maskapai penerbangan Indonesia sudah mempelajari pangsa pasar Kamboja dan laporan menunjukkan bahwa faktor-faktor pasar masih menjadi kendala utama untuk mewujudkan penerbangan langsung tersebut.

Pada tahun 2018 kemarin, lebih dari 8.000 warga Kamboja mengunjungi Indonesia, sedangkan lebih dari 55.000 warga Indonesia bertolak ke Kamboja. Dengan pertimbangan tersebut, maka tanpa keraguan, kedua negara perlu bekerja sama untuk meningkatkan destinasi wisata mereka dan memperluas kerja sama demi kepentingan kedua negara.