Jumlah Penumpang Domestik di Bandara Soetta Turun 1,56%

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa selama bulan November 2016 lalu terjadi penurunan jumlah angkutan udara sekitar 1,11% menjadi 6,65 juta dari bulan sebelumnya, Oktober 2016 yang mencapai 6,7 juta.

Kepala BPS, Suhariyanto - nasional.kini.co.id

Kepala BPS, Suhariyanto – nasional.kini.co.id

Menurut Kepala BPS Suhariyanto, menurunnya jumlah penumpang ini disebabkan karena perubahan musim dari Oktober ke November yang relatif lebih rendah. “Seperti halnya penurunan kunjungan wisatawan , untuk juga menurun karena November relatif lebih rendah, peningkatan mungkin baru terjadi di Desember,” kata Suhariyanto, Selasa (3/1).

Berdasar data dari BPS, penurunan tertinggi terjadi di 5 utama Indonesia, yaitu Kualanamu Sumatera dengan penurunan tertinggi 6,88% dari 287,9 ribu penumpang menjadi 268,1 penumpang.

Kemudian disusul Bandara Ngurah Rai Bali dengan penurunan jumlah penumpang domestik sebesar 4,41%, Bandara Juanda Jawa Timur turun 2,67%, Bandara Banten turun 1,56%, dan Bandara Hasanuddin di Sulawesi Selatan turun 0,38%.

Sementara itu jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada November 2016 juga menurun 3,68% menjadi 1 juta jika dibandingkan dengan bulan Oktober 2016 yang mencapai 1,04 juta wisman.

Suhariyanto menuturkan jika banyak wisman yang menunda kunjungan ke Indonesia dan memilih untuk berlibur ke Indonesia pada bulan Desember atau menjelang Tahun Baru 2017. “Tren penurunan sama dengan tahun lalu karena musim sibuk untuk berliburan (peak season) itu bukan November, tapi Desember. Jadi, nanti lonjakan ada di Desember,” paparnya.

BPS melaporkan bahwa China masih jadi negara utama yang menyumbang kunjungan wisman terbanyak di Indonesia sepanjang November lalu, yaitu 125.103 wisman. Perolehan tersebut naik 13,1% dari bulan lalu yang hanya 86.270 wisman.

“Berdasarkan negara asal wisatawan ini, sebenarnya tidak banyak berubah dari bulan ke bulan, di November 2016 juga tidak banyak berubah, paling besar dari China,” katanya.

Lebih lanjut Suhariyanto menjelaskan jika sebagian besar wisman ke Indonesia untuk mengunjungi kota-kota besar, terutama Bali. Bandara Ngurah Rai tercatat memperoleh 396.150 kunjungan wisman, Bandara Soetta 219.246 wisman, dan Bandara Hang Nadim Batam 106.593 wisman.