Libur Tahun Baru Islam, Bandara Soekarno-Hatta Dipadati 73 Ribu Orang

Cengkareng yang akan bepergian dengan lewat , Tangerang, Banten selama cuti bersama bertepatan dengan libur Tahun Baru Islam mulai Kamis (20/8) sampai Minggu (23/8) diperkirakan mencapai angka 73 ribu orang.

Penumpang Bandara Internasional Soekarno-Hatta - www.minews.id

Penumpang Bandara Internasional Soekarno-Hatta – www.minews.id

“Bila dibandingkan dengan hari biasa, tentunya jumlah penumpang pada hari libur Tahun Baru Islam ini lebih tinggi. Bahkan hingga pukul 22.00 WIB nanti, diperkirakan akan mencapai 73 ribu orang lebih,” ujar Eksekutif General Manager Bandara Soekarno Hatta, Agus Haryadi, Kamis (20/8) seperti dilansir Redaksi24.

Sementara itu, jumlah yang siap untuk diberangkatkan mencapai 474 . “Peningkatan jumlah penumpang pada musim libur kali ini sudah terjadi sejak pagi dan diprediksi akan semakin meningkat hingga pukul 22.00 WIB nanti,” ucapnya.

Puncak arus balik libur Tahun Baru Islam pun diprediksi berlangsung pada hari Minggu (23/8) mendatang. “Kami prediksi arus balik di hari Minggu (23/8/2020), ini akan tembus angka di atas 500 (pesawat) dan ini kami antisipasi penanganan kedatangan,” beber Agus.

Aktivitas penerbangan di Bandara Soetta pada akhir pekan lalu pun mengalami lonjakan meski tidak signifikan. Agus menyebutkan jumlah aktivitas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta terhitung mulai 14 Agustus 2020 adalah sebesar 513 penerbangan.

“Karena sebaran cukup panjang, sekitar 10 hari. Mungkin para pengguna jasa punya cukup waktu sehingga sebarannya ini agak merata. Justru kami antisipasi pada arus balik karena, kecenderungan masyarakat untuk memilih hari terakhir,” terang Agus.

Jumlah penerbangan yang melampaui 500 penerbangan dalam sehari di Bandara Soekarno-Hatta pun tercatat sebagai jumlah terbanyak selama masa pandemi virus corona (Covid-19) berlangsung. Meski demikian, angka itu masih jauh di bawah rata-rata jumlah penerbangan selama masa normal di Bandara Soekarno-Hatta yang mencapai 1.200 penerbangan per hari.

Agus juga kembali menegaskan, walau Bandara Soekarno-Hatta telah mencetak rekor terbanyak ketika pandemi, pihak Angkasa Pura II tetap akan memperketat pelaksanaan protokol kesehatan di Bandara Soekarno-Hatta.

“Tentu situasi ini harus kita antisipasi, khususnya terkait tentang penerapan protokol kesehatan. Jadi kita perlahan memang berharap penerbangan berangsur normal, tapi kita sadar bahwa penanggulangan dan penanganan Covid ini belum selesai dan kita dalam posisi siaga dan waspada,” tandasnya.