Jelang Asian Games 2018, Bandara Soekarno Hatta kebut Pembangunan Runway 3

PT Angkasa Pura II (AP II) selaku pengelola Soekarno Hatta mengajukan Penyertaan Modal Negara dalam RAPBN 2016 sebesar Rp 2 triliun yang rencananya akan digunakan untuk runway (landasan pacu) 3 di bandara Internasional Soekarno Hatta. Pembangunan Runway 3 Bandara Soekarno Hatta tersebut sedianya akan dimulai pada tahun 2015 ini. “Iya, (dana tersebut) untuk (pembangunan) runway 3 itu,” kata Budi karya Sumadi, Direktur Utama Angkasa Pura II saat ditemui di Gedung DPR RI di .runway

Panjang runway 3 yang akan dibangun mencapai 3,6 kilometer. Dengan penambahan runway 3 ini, pergerakan di Bandara Soekarno hatta yang semula hanya terbatas 72 per jam akan bertambah kapasitasnya menjadi 100 per jam. AP II optimis bahwa pembangunan runway 3 ini juga akan berdampak positif pada penghematan bahan bakar, karena tak perlu berlama-lama berputar di udara untuk menunggu antrian mendarat.

Masih dari penuturan Budi, diketahui bahwa total lahan yang diperlukan untuk pembangunan runway 3 ini mencapai 200 hektar. Proses pembangunan runway ini diharap bisa selesai paling lambat pada akhir tahun 2017 mendatang. “Pokoknya sebelum pergelaran Asian Games (2018) di Jakarta, runway ke-3 selesai,” ujarnya dalam perbincangan bersama awak media di Kantor Pusat AP II, Cengkareng.

Tak hanya melakukan pembangunan runway 3, Angkasa Pura 2 juga menggandeng National Air Traffic Services (NATS) dari Inggris untuk menata dan meningkatkan efisiensi lalu lintas pesawat di Bandara Soekarno Hatta. ” (AP II) tunjuk NATS untuk berikan analisa dan solusi untuk perbaikan Bandara Soetta. Perbaiki SOP, lintasan, kemudian mereka minta east cross taxi way dibangun,” perjelas Budi.

Untuk meningkatkan bagi pesawat berbadan besar, AP II bakal menaikkan level kekerasan landasan (PCN) di runway 3. Jadi, pesawat sekelas Boeing 777 dalam kapasitas penuh bisa mendarat dengan nyaman di bandara Soekarno Hatta. “Kemudian naikkan PCN landasan dari 120 ke 150. Agar pesawat Boeing 777 dengan penumpang dan bahan bakar penuh misal rute Jakarta-Amsterdam tanpa mampir transit ke mana pun. Sekarang beku bisa karena harus transit dahulu,” papar Budi.

Konsekuensi dari pembangunan runway ke-3 ini adalah AP II cepat atau lambat harus membangun Terminal 4 di Bandara Soekarno Hatta. Targetnya nanti, 4 terminal yang ada di Bandara Soekarno hatta mampu menampung hingga 100 juta penumpang per tahun. “Ada 3 runway, kapasitas take off-landing 100 pesawat per jam. Maka harus ada apron dan terminal ke-4 untuk akomodasi mereka,” pungkasnya.