Jaringan Kabel Listrik di Bandara Soetta Terbakar, AP II Pastikan Tak Ganggu Penerbangan

Tangerang – Jaringan kabel listrik di Internasional Soekarno-Hatta sempat terbakar pada Jumat (13/10) pagi lalu. Kabel listrik yang berlokasi di Jalan P 2 , yakni di bawah jembatan dekat POM bensin bandara dilaporkan berasap.

Petugas sedang melakukan penanganan kabel listrik terbakar di jaringan utilitas Bandara Soekarno-Hatta - deladeni.com

Petugas sedang melakukan penanganan kabel listrik terbakar di jaringan utilitas Bandara Soekarno-Hatta – deladeni.com

“Benar ada kabel yang terbakar, saat ini sedang dilakukan penanganan,” kata Branch Communication Manager Kantor Cabang Utama Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura (AP) II, Dewandono Prasetyo Nugroho, Jumat (13/10) siang seperti dilansir Tempo.

Prasetyo menjelaskan bahwa kabel terbakar tersebut baru ditemukan usai adanya asap keluar dari gorong-gorong utilitas Bandara Soetta di Jalan P2. Walaupun terbakar, kabel listrik yang mengalami permasalahan itu tak berpengaruh terhadap sistem kelistrikan di Bandara Soetta dan sama sekali tak mengganggu Bandara Soetta. “Listrik di jalur prioritas maupun di non prioritas kami cek aman, tidak ada listrik bandara yang padam,” kata Prasetyo.

Pihak teknisi dilaporkan sudah memperbaiki dan mengevaluasi bagian kabel yang terbakar. “Kabel yang terbakar berasal di bagian bawah, seperti digigit tikus,” tuturnya.

Sebelumnya, pada Selasa (10/10) lalu permasalahan serupa juga sempat terjadi pada . Dilaporkan bahwa rel Bandara Soetta mengalami korsleting listrik. Akan tetapi, PT AP II menegaskan jika korsleting tersebut bukan akibat dari penambahan volume operasional dari automated people mover system (APMS). “Tidak terpengaruh dengan penambahan volume itu,” ucap Vice President Corporate Communication PT Angkasa Pura II Yado Yarismano.

Sekadar informasi, mulai dari awal bulan Oktober 2017 lalu, PT AP II bertahap melakukan penambahan frekuensi operasional skytrain dari yang sebelumnya hanya 3 kali perjalanan bolak-balik per jam menjadi 6 kali per jam. Dengan demikian total pergerakan skytrain saat ini menjadi 12 kali per 2 jam.

PT AP II menegaskan bila penambahan pergerakan kereta tanpa awak tersebut dilakukan sebagai bagian dari tahapan pengoperasian skytrain. Skytrain beroperasi 3 kali sehari dengan jadwal keberangkatan pada pukul 07.00-09.00, jam 12.00-14.00, dan 17.00-19.00. Walau sempat mengalami korslet dan berhenti beroperasi sementara, AP II memastikan bila kondisi Skytrain kini sudah kembali beroperasi secara normal.