Tangerang – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta memperketat pemeriksaan keimigrasian bagi calon jamaah haji asal Indonesia. Hal ini dilakukan usai terjadinya penolakan 46 warga negara Indonesia (WNI) calon jemaah haji oleh otoritas Arab Saudi belum lama ini. Keputusan itu diambil usai dilaksanakannya rapat koordinasi bersama Subdirektorat Pemantauan dan Pengawasan Ibadah Umrah dan Ibadah Haji Khusus Kementerian Agama RI pada Senin (4/7) lalu.

Calon jamaah haji di Bandara Internasional Soekarno-Hatta – www.republika.co.id
Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Muhammad Tito Andrianto menjelaskan, pihaknya sudah melakukan penundaan keberangkatan 14 WNI yang hendak melakukan ibadah haji tanpa visa yang sah pada Senin. Rinciannya terdiri dari 6 orang menggunakan pesawat Qatar Airways (QR 957), 7 orang menggunakan pesawat Saudi Arabian Airways (SV 819), dan 1 orang menggunakan pesawat Thai Airways (TG 433).
“Setelah dilakukan pendalaman, calon jamaah haji ini tidak memiliki visa haji yang sah, namun mengantongi Visa Amil dan Visa Turis. Sebanyak 14 calon jamaah haji tersebut dicegah keberangkatannya setelah Imigrasi memeriksa visa serta boarding pass yang telah tercetak,” papar Tito, Selasa (5/7), seperti dilansir dari Republika.
“Penyalahgunaan visa dapat teridentifikasi saat menggunakan visa tempel bertuliskan turis maupun amil,” jelas Tito. Ia menambahkan, pengenalan penumpang menjadi sulit saat penumpang memakai visa haji online, terlebih karena saat ini pihak Imigrasi Indonesia tidak mempunyai akses untuk memeriksa validitas visa haji online.
Guna meminimalisir risiko pemberangkatan haji tanpa visa sah, Imigrasi Soekarno-Hatta melakukan pengawasan dengan Subdirektorat Pemantauan dan Pengawasan Ibadah Umrah dan Ibadah Haji Khusus Kementerian Agama RI, serta berkoordinasi aktif dengan seluruh maskapai penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta. “Kami meminta pihak maskapai untuk tidak mencetak boarding pass calon jemaah haji yang ditemukan indikasi penyalahgunaan visa,” tandasnya.