Hujan & Angin Kencang, Bandara Soekarno-Hatta Tetap Beroperasi Normal

Tangerang – Meski Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi jika wilayah Tangerang akan dilanda hujan disertai angin kencang, Humas (AP) II, Prasetyo Dewandono mengungkapkan jika lalu lintas di akan tetap berjalan normal.

Budi Karya Sumadi - indo-aviation.com

Budi Karya Sumadi – indo-aviation.com

“Dari BMKG memang ada warning bahwa akan ada hujan disertai angin dengan kecepatan 20-30 knot. Tapi sementara ini tidak ada penutupan bandara,” tutur Pras, Rabu (29/3). Lebih lanjut Prasetyo menuturkan jika Bandara Soetta tidak ditutup lantaran jarak pandang masih cukup aman. “Jarak pandang masih di antara 2.000-3.000 meter dapat dikatakan masih aman,” ungkapnya.

Apabila kondisi cuaca di Tangerang, Banten semakin buruk, maka Bandara Soetta kemungkinan akan ditutup. “Sementara masih bagus dan lancar, yang berhak menutup adalah otoritas bandara,” tandasnya.

Di tempat terpisah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan jika Terminal 3 Bandara Soetta siap beroperasi 2 minggu lagi. “Insya Allah dua pekan ke depan (15 April) tahap verifikasi dan rekomendasi akan selesai,” tutur Budi.

“Paling lambat, 26 penerbangan Garuda pindah ke sini pada 1 Mei,” imbuhnya. Penerbangan internasional Garuda Indonesia tak lama lagi bakal dipindahkan ke Terminal 3 Internasional. Setelah meninjau lokasi, Budi menyatakan tak ada kekurangan yang berarti dalam operasional di T3 Internasional. Menurutnya yang terpenting adalah simulasi.

“Kami punya waktu satu bulan. Jadi, saya harap simulasi dilakukan dengan anggapan operasional berjalan penuh,” ujarnya. Setelah Garuda, pada Agustus seluruh maskapai juga akan memakai Terminal 3. “Untuk bulan Mei itu Garuda saja. Mulai Agustus semua pindah,” ungkap Budi.

Menurut Direktur Operasional dan Teknik PT AP II, Djoko Murjatmodjo, saat ini kesiapan Terminal 3 Internasional telah mencapai 90%. “Kita tinggal tunggu hasil verifikasi. Tahapannya kan gitu, selesai bangun, serah terima. Lalu dievaluasi dan verifikasi dari Dirjen,” pungkas Djoko.