Headway KA Bandara Soetta Bakal Dipersingkat Jadi 15 Menit

Jakarta (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta PT Railink untuk mempersingkat headway atau jarak waktu antar rangkaian dari yang sebelumnya 30 menit menjadi 15 menit. Pemangkasan headway ini dilakukan agar dapat menawarkan kepastian waktu pemberangkatan yang lebih baik untuk para pengguna jasa.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi - profilbos.com

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi – profilbos.com

“Saya memang minta kepada Railink untuk menambah frekuensi. Headway yang sekarang ini 30 menit. Kami minta mereka menjadi 15 menit supaya tingkat kepastian dari masyarakat yang menggunakan itu menjadi lebih baik. Diharapkan mulai akhir Maret 2018 bisa dilaksanakan,” ungkap Budi, Selasa (6/3), seperti dilansir Beritasatu.

Belum lama ini, Direktur Utama PT Railink, Heru Kuswanto menuturkan jika ia berencana menambah frekuensi perjalanan KA Bandara Soetta dari 52 menjadi 82 perjalanan setiap hari. Kemudian waktu tempuh dari Stasiun Sudirman Baru ke Stasiun Bandara Soetta pun dipersingkat dari 55 menit menjadi 40 menit.

Lebih lanjut Heru mengatakan jika Railink bersama PT KAI dan (AP) II selaku induk perusahaan sedang berusaha memperkuat daya saing KA Bandara Soetta. Terlebih karena saat ini KA Bandara Soetta masih pada tahap penyelesaian pembangunan infrastruktur untuk beberapa titik seperti di Stasiun Duri.

“Jika semua pembangunan di Duri telah selesai dalam waktu dekat ini, maka ada lima jalur di Duri. Akan diatur dua jalur didedikasikan khusus untuk KA bandara dan tiga jalur untuk KRL (kereta rel listrik),” jelas Heru.

Dengan adanya skema 3 jalur dedikasi khusus, maka jumlah perjalanan KA Bandara Soetta dapat meningkat jadi 82 perjalanan per hari dengan waktu tempuh mencapai 40 menit. “Kami usahakan Maret bisa dijalankan setelah semua pekerjaan di Duri selesai,” tegas Heru.

Selain merampungkan pembangunan jalur di Stasiun Duri, saat ini PT Railink juga berupaya merampungkan pekerjaan lainnya seperti perpanjangan peron di sejumlah stasiun yang berada di sepanjang lintasan Duri-Tangerang supaya KRL bisa beroperasi dengan formasi 12 kereta. Kemudian Railink juga hendak memotong jalur (shortcut) antara Tanah Abang dan Grogol agar KA Bandara Soetta tak perlu lagi memasuki Stasiun Duri serta bisa menghemat waktu 10-15 menit.