Hari Anak Nasional, Garuda Ajak Penyandang Disabilitas Sapa Penumpang di Bandara Soetta

Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, pelat merah mengajak anak-anak down syndrome untuk menyapa calon penumpang di , Tangerang, Banten pada Selasa (22/7) kemarin.

Garuda Ajak Penyandang Disabilitas Sapa Penumpang di Bandara Soetta - palapanews.com

Garuda Ajak Penyandang Disabilitas Sapa Penumpang di Bandara Soetta – palapanews.com

Setidaknya terdapat 4 anak down syndrome yang diajak dalam acara tersebut, yakni Alice, Eko, Dodo dan Leina. Keempatnya berasal dari komunitas Yayasan Ikatan Sindroma Down Indonesia (ISDI) dan Yayasan Persatuan Orangtua Anak Down Syndrome (Potads). Keempat anak tersebut berkesempatan mengikuti praktik kerja di bidang layanan dan hospitality dengan mendampingi Passengers Service Assistance (PSA) yang bertugas di area premium check-in keberangkatan domestik maupun internasional.

Mereka terlihat menyapa para calon penumpang di Terminal 3 Bandara Soetta dengan ramah. “Selamat Siang, terima kasih, semoga selamat sampai tujuan,” kata Alice sambil mengapitkan tangannya untuk memberi salam pada calon penumpang. Tak hanya menyapa calon penumpang, mereka juga memberikan kenang-kenangan berupa tumbler dan topi. “Dipakai ya ibu topinya supaya tidak kepanasan pas mau ke turun ke pesawat,” sambung Alice.

Sementara itu, Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara menyampaikan bahwa keempatnya ia ajak berkeliling Terminal 3 Bandara Soetta untuk menyapa sekaligus membagikan souvenir pada pengunjung, terutama mereka yang membawa anak. Ari menjelaskan, anak-anak penyandang disabilitas ini telah bersama Garuda sejak 4 bulan belakangan.

“Bertepatan dengan Hari Anak Nasional ini kami ingin mengapresiasi masyarakat berkebutuhan khusus dengan memberikan kesempatan untuk beraktualisasi dan bergabung bersama keluarga besar Garuda Indonesia. Jadi ingin menciptakan rasa bahwa mereka ini satu bagian dari kita, mereka juga bisa melakukan apa yang kita lakukan,” ungkap Ari, seperti dilansir Palapanews.

Pihak manajemen Garuda Indonesia sendiri juga telah mematangkan konsep selama 4 bulan. Keempat anak penyandang disabilitas itu kabarnya bakal melayani dan menyapa para penumpang sampai bulan September 2019 mendatang. “Sudah kami persiapkan empat bulan lalu dengan melakukan kerjasama dengan mereka. Kami percaya kesempatan untuk beraktualisasi dan mengembangkan diri merupakan hak seluruh elemen masyarakat, tidak terkecuali masyarakat berkebutuhan khusus,” tandas Ari.