Harga Tiket Pesawat Mahal, Trafik Pesawat di Bandara Soetta Turun 15%

Jakarta – Selama periode Desember 2018 sampai Maret 2019 rupanya Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Indonesia atau AirNav Indonesia melaporkan adanya penurunan frekuensi di , Tangerang, Banten. Turunnya trafik ini seiring dengan mahalnya pesawat domestik.

Novie Riyanto, Direktur Utama AirNav Indonesia - www.tribunnews.com

Novie Riyanto, Direktur Utama AirNav Indonesia – www.tribunnews.com

“Yang ada di data kami di Soekarno-Hatta-Hatta yang biasanya 1.000-1.100 (trafik penerbangan) per hari untuk saat ini turun sekitar 15 persen,” kata Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto. Penurunan frekuensi penerbangan di Bandara Soetta katanya sebesar 15% menjadi hanya 850 penerbangan per hari.

Lebih lanjut Novie memaparkan jika pergerakan pesawat di Bandara Soetta sempat naik lagi ke angka 1.000-an per hari saat awal bulan puasa. Namun kemudian menurun lagi jadi 850 pergerakan pesawat per hari. Menurut Novie, penurunan trafik pesawat di Bandara Soekarno-Hatta itu juga diakibatkan karena memasuki low season.

“Ada juga low season. Kalau ngomong begitu jadi kalau itu analisisnya panjang karena kan kita tahu semua yang banyak itu kan domestik Jakarta-Surabaya, Jakarta-Denpasar. Kalau tahun lalu itu enggak pernah turun (jumlah trafik penerbangan) tetapi naik terus. Sekarang itu ada penurunan sekitar 15 persen,” jelas Novie.

Ia pun mengakui faktor lain yang mengakibatkan trafik pesawat berkurang lantaran adanya Jalan Tol Trans Jawa, sehingga lebih banyak masyarakat yang beralih menggunakan kendaraan pribadi untuk bepergian. “Sekarang ada sebagian yang menggunakan mobil, kan mobil ini lancar sekali. Jakarta-Semarang itu saya berapa kali naik mobil itu lumayan lancar 5 jam. Mudah-mudahan minggu ketiga sudah bisa naik lagi,” ungkap Novie.

Oleh sebab itu, ia mengharapkan agar trafik penerbangan bisa kembali meningkat dalam 2 minggu ke depan ketika memasuki musim angkutan mudik Lebaran 2019. Terlebih karena pemerintah juga menurunkan tarif batas atas tiket pesawat sebesar 12-16 persen. Aturan tersebut diteken oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada Rabu (15/5). Dengan adanya kebijakan ini, pemerintah berharap agar pihak maskapai bersedia menurunkan harga tiket menjelang mudik Lebaran.