Hampir Rampung, Skytrain di Bandara Soetta Siap Jalani Finalisasi

Jakarta (AP) II kini sedang melakukan prosedur finalisasi untuk Skytrain atau automated people mover system (APMS) tahap I di . Pihak AP II sendiri sebelumnya merencanakan pengoperasian Skytrain dilangsungkan pada 17 September 2017 depan.

Gerbong Skytrain - kumparan.com

Gerbong Skytrain – kumparan.com

“Rencananya 14 (September) itu kita uji coba bareng teman-teman Dirjen Perkeretaapian,” ujar Yado Yarismano, Kepala Humas PT AP II, Rabu (12/9), seperti dilansir Kumparan.

Dalam verifikasi tersebut juga akan menghadirkan PT LEN Industri, Teknik Kantor Pusat, dan tim pendukung yang bertugas untuk menguji unit Skytrain di Bandara Soetta. Menurut Yado, proses verifikasi itu juga menjadi uji coba agar pihak AP II mendapatkan izin pengoperasian Skytrain. “Kalau verifikasi sesuai, maka turunlah izin untuk pengoperasian nantinya,” jelas Yado.

Sementara itu, Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin mengungkapkan jika pada tahap awal tanpa awak ini akan dioperasikan menggunakan 1 track dan 1 rute destinasi dari Terminal 3 ke Terminal 2 dan sebaliknya. “Insya Allah tanggal 17 September kita akan operasikan satu track dan satu rute destinasi dari Terminal 3 ke Terminal 2,” papar Awaluddin.

Dalam sekali track keberangkatan, Skytrain mampu memuat maksimal sebanyak 352 penumpang dengan rangkaian yang terdiri dari 2 gerbong kereta, masing-masing berisi 176 orang per gerbong. “Trainset nantinya yang beroperasi tahap I itu hanya satu trainset itu, jadi dia maju mundur dan hanya satu jalur yang dioperasikan. Jadi terminal II dan III itu jaraknya kurang 1.700 meter, kecepatan trainsetnya kurang lebih 40 km/jam. Jadi waktu tempuhnya 3-5 menit udah sampai,” ungkap Yado.

Fasilitas kereta tanpa awak ditargetkan dapat beroperasi secara penuh sekitar bulan November 2017. Saat beroperasi penuh kelak, Skytrain akan melalui rute seperti Terminal 1 ke integrated building, kemudian ke Terminal 2 dan Terminal 3. “Kita ngebut untuk November bisa operasi penuh,” tuturnya.

Dalam tahap awal ini, setidaknya sampai 6 bulan mendatang, Skytrain masih akan dikendalikan oleh pengemudi terlebih dahulu. “Sampai terminal 1 nanti masih pakai driver. Karena memang dalam periode enam bulan pengoperasian, paling cepat itu baru bisa driverless. Kan ada pertimbangan faktor safety dan risiko,” tandasnya.