Gunung Anak Krakatau Siaga, Airnav Alihkan 9 Rute Penerbangan

Jakarta – Sejak status Gunung Anak Krakatau berubah dari Waspada menjadi Siaga karena terus mengalami erupsi, setidaknya terdapat sejumlah jalur dan luar negeri yang terdampak. Sampai Kamis (27/12) sore, ada 9 jalur yang sedianya melintasi Gunung Anak Krakatau, tetapi terpaksa dialihkan melalui jalur lain. Adapun 9 tersebut meliputi 6 penerbangan dan 3 rute penerbangan domestik.

Gunung Anak Krakatau - news.harianjogja.com

Gunung Anak Krakatau – news.harianjogja.com

Menurut Manager Perencanaan dan Evaluasi AirNav Indonesia, Tory Tri Rukmono, erupsi Gunung Anak Krakatau ini sangat mempengaruhi traffic penerbangan, khususnya dengan rute yang melintasi Gunung Anak Krakatau. “Ada sembilan jalur penerbangan yang terdampak dialihkan rute penerbangannya. Enam di antaranya rute penerbangan internasional dan tiga rute penerbangan domestik dengan pengalihan jalur yang melintasi arah barat luar dari Anak Gunung Krakatau,” jelas Tory, seperti dilansir Okezone.

“Pengalihan jalur penerbangan dilakukan di wilayah yang terdampak sebaran debu vulkanik Gunung Krakatau. Setelah melalui wilayah tersebut, pesawat akan kembali ke jalur penerbangan normal. Dan hal ini, tidak mengakibatkan pembatalan penerbangan,” imbuh Corporate Secretary AirNav Indonesia Didiet KS Radityo.

Sementara itu, Internasional dan Bandara Raden Inten II Lampung masih dinyatakan aman dari aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Menurut Didiet, kedua bandara itu tak terkena dampak debu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau lantaran jaraknya 28 Nautical Mile (NM) dari batas luar area semburan debu.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dan pengamatan Darwin Volcanic Ash Advisory Center (DVAAC), semburan debu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau bergerak ke barat daya dengan kecepatan 45 knots dan ke arah timur laut dengan kecepatan 15 knots, sehingga relatif aman dari 2 bandara terdekat.

“Sehingga pelayanan navigasi dan pergerakan pesawat masih berjalan normal di dua bandara tersebut. Namun tetap, saat ini personel kami terus bersiaga ter­hadap aktivitas Gunung Krakatau ini dan akan terus melaporkan perkembangan kondisi terkini, melalui Notam yang akan terus diperbarui,” tandasnya.