Gerbang Ambruk, Operasional KA Bandara Soekarno-Hatta Tetap Lancar

TANGERANG – Setelah pekan lalu mengalami longsor, underpass perimeter selatan Internasional kembali mendapatkan masalah. Kali ini, gerbang Bandara Soekarno-Hatta yang berlokasi di tempat tersebut ambruk. Untungnya, kejadian ini tidak sampai mengganggu kereta bandara.

Pintu gerbang kereta bandara ambruk - tribunnews.com

Pintu gerbang kereta bandara ambruk – tribunnews.com

Diketahui, pintu gerbang kereta Bandara Soekarno-Hatta di underpass perimeter selatan terlepas pada Minggu (11/2) siang kemarin. tersebut mengakibatkan salah seorang petugas keamanan bernama Edy Junaedi terluka. Tetapi, ambruknya gerbang tersebut tidak menyebabkan kerusakan ataupun gangguan lainnya.

“Tidak ada kereta yang melintas ketika kejadian ambruknya pagar dan tidak ada kerusakan,” jelas Humas PT Railink, Diah Suryandari. “Hingga detik ini (Minggu siang), operasional kereta bandara normal dan aman lancar terkendali. Perjalanan tepat sesuai karena ambruknya gerbang tersebut tidak sampai mengganggu .”

Sementara itu, Humas Polres Bandara Soekarno-Hatta, Ipda Prayogo, menuturkan bahwa gerbang kereta bandara ambruk kemarin sekitar pukul 09.40 WIB. Gerbang tersebut tiba-tiba saja terlepas dari jalurnya dan roboh ke sisi berlawanan dengan jalur kereta. “Satu korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Mayapada, sedang dalam penanganan, dan semoga kondisinya baik-baik saja,” ujarnya.

Sebelumnya, konstruksi dinding underpass perimeter selatan Bandara Soekarno-Hatta sempat mengalami longsor pada Senin (5/2) sore lalu, yang menimbun sebuah mobil dengan nomor polisi A 15677 AS. Akibatnya, dua korban yang terjebak dalam longsor tersebut baru bisa dievakuasi, 9 jam hingga 12 jam usai longsor.

Karena kejadian longsor tersebut, kereta Bandara Soekarno-Hatta sempat berhenti beroperasi untuk sementara waktu. Namun, mulai Kamis (8/2) malam, ini kembali beroperasi seperti biasa. Tetapi, karena masih adanya perbaikan pada lokasi longsor dan demi keamanan, pengoperasian KA Bandara Soekarno-Hatta diterapkan pembatasan kecepatan sementara.