Gerai Kimia Farma Kini Hadir di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

Jakarta (AP) II melakukan kerja sama dengan PT Kimia Farma Tbk untuk melengkapi kesehatan di , Tangerang, Banten. Kerja sama tersebut adalah upaya dari kedua belah pihak untuk menyediakan pelayanan jasa logistik, pelayanan kesehatan antara lain apotek, klinik, medical check up, serta kerjasama di bidang retail farmasi atau bidang lainnya.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Terminal 3 Bandara Soetta - wartakota.tribunnews.com

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Terminal 3 Bandara Soetta – wartakota.tribunnews.com

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ini dilakukan di Terminal 3 Bandara Soetta pada Rabu (6/3) oleh President Director AP II, Muhammad Awaluddin dan Direktur Utama Kimia Farma, Honesti Basyir. Lewat kerja sama tersebut, kini gerai Apotek Kimia Farma telah hadir di Bandara Soetta untuk menyediakan kebutuhan kesehatan dan obat-obatan di keberangkatan maupun internasional Terminal 3 Bandara Soetta.

“Karena kebutuhan pengunjung bandara atau pelanggan di bandara akan obatan-obatan ini sangat tinggi terutama mereka yang ingin berpergian,” ujar Muhammad Awaluddin di Terminal 3 Bandara Soetta, Rabu (6/3), seperti dilansir Tribunnews.

Lebih lanjut Awaluddin menjelaskan jika retail Kimia Farma telah hadir dari 4 dari 16 bandara yang dikelola oleh AP II, di antaranya Bandara Soetta dan Bandara Kualanamu Medan. Dalam kurun waktu setahun setelah penandatanganan MoU ini, seluruh bandara di bawah pengelolaan AP II akan dilengkapi gerai Kimia Farma.

Di Bandara Soetta sendiri gerai Kimia Farma akan buka selama 24 jam penuh. “Ini kita buka 24 jam, ada tiga shift setiap shiftnya minimal ada tiga orang,” jelas Basyir. Kemudian untuk harga obat-obatan di gerai bandara AP II kelak akan disesuaikan dengan kondisi lapangan. “Di sini (Bandara Soekarno-Hatta) adalah traffic yang ramai sampai 70 ribu pergerakan orang tiap hari di Terminal 3 saja. Nah ini orang kan butuh sehat. Jadi kalau untuk harga produksi bisa kita lihat nanti dari kondisi di lapangan,” ujarnya.

Basyir pun menambahkan bahwa pada dasarnya penjualan alat farmasi dan sejenisnya tak boleh melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. “Kalau harga itu kan sebenarnya harga di industri farmasi ini sudah ada harga eceran tertinggi, kita gak boleh melebihi dari situ, nanti untuk harga tertentunya akan kita sesuaikan dengan kondisi,” pungkasnya.