Genjot Bisnis Kargo, AP II Bakal Bangun Pusat Logistik Berikat di Bandara Soetta

Tangerang – PT Angkasa Pura (AP) II melalui anak perusahaannya, PT Angkasa Pura akan membangun kawasan pusat logistik berikat (PLB) di Internasional Soekarno-Hatta untuk menggenjot kinerja di sektor angkutan nasional.

Pusat-Logistik-Berikat-Bandara-Soetta

AP II Bakal Bangun Pusat Logistik Berikat di Bandara – liputan6.com

“Letak Bandara Internasional Soekarno-Hatta cukup dekat dengan Pelabuhan Tanjung Priok sehingga tepat apabila dibangun kawasan pusat logistik berikat di bandara,” ujar President Director PT AP II, Muhammad Awaluddin, Sabtu (1/4).

Awaluddin menjelaskan bahwa PLB tersebut sengaja dibangun untuk mendukung program pemerintah menghemat biaya logistik oleh pelaku usaha. Menurutnya, dengan adanya pusat logistik berikat di bandara sekaligus akan memberikan manfaat untuk para maskapai.

“Manfaatnya yakni dapat menyimpan spare parts di gudang PLB, waktu perbaikan pesawat dapat dipersingkat, membuat sederhana kontrol terhadap perbaikan dan penyimpanan spare parts, serta pengembangan atau perbaikan bisa dilakukan di lokasi PLB di bandara,” papar Awaluddin.

Lokasi PLB di Bandara Soetta kelak akan terdiri dari 3 tempat terpisah, yaitu Gudang 1 seluas 1.500 m2 yang akan dibangun tahun ini, kemudian Gudang 2 seluas 10.000 m2 yang dibangun tahun 2018, serta Gudang 3 dengan luas 10.000 m2 yang akan dibangun di Cargo Village Bandara Soetta tahun 2019 mendatang.

“Secara bisnis, pusat logistik berikat ini berpotensi menghasilkan pendapatan dari aktivitas pemanfaatan pergudangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sedikitnya Rp 2,5 triliun dalam satu tahun apabila pergudangan spare parts dilakukan di Indonesia,” sambung Awaluddin.

Keberadaan PLB sekaligus dapat mempersingkat waktu transit untuk proses pengiriman ekspor dan impor melalui jalur udara serta adanya pengamanan internal selama 24 jam yang diawasi langsung oleh kepolisian. Di samping itu, AP II juga akan menjalin kerjasama dengan pihak terkait seperti Bea Cukai, maskapai, forwarder, perbankan, dan masih banyak lagi.

“Hal ini akan sangat mengurangi biaya logistik dan waktu. Disamping itu juga akan membuka investasi pergudangan di Bandara dan diharapkan menjadi HUB untuk logistik di kawasan Asia Pasifik,” kata Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta, Erwin Situmorang.