Garuda Indonesia Tambah Frekuensi Penerbangan Jakarta-Kuala Lumpur

Jakarta – Maskapai akan menambah frekuensi per pekan dari Jakarta ke Kuala Lumpur pergi pulang (PP) mulai tanggal 27 September 2022. Frekuensi Garuda Indonesia rute Jakarta-Kuala Lumpur ditambah dari 2 kali menjadi 3 kali sepekan.

Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta - www.tribunnews.com

Pesawat Garuda Indonesia di – www.tribunnews.com

“Penambahan dikarenakan permintaan dari pelanggan, baik dan kargo,” kata Country Manager Malaysia Garuda Indonesia Fredrik Kasiepo di Bandara Kuala Lumpur (KLIA), Jumat (23/9), seperti dilansir dari Antara.

Maskapai Garuda Indonesia akan menambah hari penerbangan langsung (direct flight) Jakarta-Kuala Lumpur dan rute sebaliknya. Dengan demikian, maskapai pelat merah ini akan beroperasi melayani penumpang dengan jadwal penerbangan setiap hari Selasa, Kamis, dan Minggu. Saat ini, Garuda Indonesia melayani 1 jadwal penerbangan langsung Jakarta-Kuala Lumpur dan Kuala Lumpur-Jakarta setiap hari Kamis dan Minggu.

Dari Jakarta, pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA820 diberangkatkan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pukul 08.30 WIB dan tiba di Kuala Lumpur jam 11.50 waktu setempat (10.50 WIB). Sedangkan dari Kuala Lumpur, pesawat bernomor penerbangan GA821 terbang pukul 12.50 waktu setempat (11.50 WIB) dan mendarat di Jakarta pukul 14.00 WIB.

Fredrik juga menuturkan bahwa Garuda Indonesia melalui anak perusahaannya, Citilink juga melayani penerbangan pergi-pulang rute Kuala Lumpur-Jakarta dan Penang-Kualanamu Medan setiap hari. “Tentunya (operasional penerbangan dijalankan) dengan tetap memperhatikan dan menjaga protokol kesehatan,” beber Fredrik.

Maskapai Garuda Indonesia sendiri belum lama ini memperoleh fasilitas pembiayaan restorasi pesawat dengan skema bagi hasil dari PT Perusahaan Pengelolaan Aset (PPA). Fasilitas pembiayaan itu senilai Rp725 miliar.

Menurut Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, kerja sama itu adalah wujud komitmen Garuda Indonesia untuk mengoptimalkan langkah misi transformasi kinerja dalam upaya untuk terus memberi kontribusi positif bagi masyarakat di tengah momen pemulihan ekonomi nasional. “Ini khususnya sektor Pariwisata melalui peningkatan aksesibilitas layanan penerbangan yang aman dan nyaman bagi masyarakat Indonesia,” jelas Irfan.

Fasilitas pembiayaan itu akan berlangsung selama 5 tahun. Pembiayaan diimplementasikan secara bertahap pada sejumlah rute yang akan dijadikan skema kerja sama bagi hasil, di antaranya rute penerbangan Jakarta-Surabaya-Jakarta, Jakarta-Makassar-Jakarta, dan Jakarta-Jayapura-Jakarta.