Garuda Indonesia Siapkan Penerbangan Tambahan untuk Libur Natal & Tahun Baru

Jakarta telah melakukan sejumlah persiapan untuk menghadapi angkutan 2017 dan Tahun Baru 2018. Persiapan ini dilakukan demi memenuhi kebutuhan yang hendak berlibur menggunakan pesawat ke sejumlah destinasi. Bahkan Garuda Indonesia juga mengaku menyiapkan jadwal tambahan untuk musim kali ini.

Garuda Indonesia - blog.pergi.com

Garuda Indonesia – blog.pergi.com

“Kami dalam proses pengajuan slotnya kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub),” ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N Mansury di Internasional , Jumat (8/12) lalu, seperti dilansir Republika.

Akan tetapi Pahala masih belum dapat mengungkapkan berapa penerbangan tambahan yang disediakan untuk libur akhir tahun kali ini, sebab pihak Garuda Indonesia masih menanti kepastian slot yang disetujui oleh Kemenhub. Sedangkan Senior Manager Public Relation Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan juga mengatakan jika slot penerbangan tambahan sampai saat ini masih dihitung.

“Secara historis setiap Natal dan tahun baru itu ada sepuluh sampai 15 persen kenaikannya. Kapasitas kita juga kita sesuaikan sama frekuensi, -tute tertentu dari pesawat kecil dan pesawat besar,” beber Ikhsan.

Di sisi lain, Pahala optimis jika kerugian yang didapat oleh Garuda Indonesia ketika terjadinya keterlambatan (delay) penerbangan pada awal Desember 2017 lalu bisa tertutupi oleh penerimaan pada saat lonjakan penerbangan akhir tahun ini. “Kita belum estimasikan berapa kerugian kemarin. Tidak cukup banyak,” kata Pahala.

Lebih lanjut Pahala menjelaskan jika kerugian terjadi karena adanya penundaan dan penjadwalan ulang (reschedule) ratusan penerbangan akibat Bandara Lombok dan I Gusti Ngurah Rai ditutup, sehingga 800 kru kabin dan kokpit pun terjebak. “Kami tidak memprediksi bandara akan ditutup. operasi juga kena, karena sejak 18 hari sebelumnya kami menjalankan dua dengan paralel,” tuturnya.

Dalam sehari terjadi sekitar 40 pembatalan penerbangan, ditambah 30% penerbangan Garuda berhubungan dengan Bali. “Yang banyak pembatalan itu penerbangan internasional. Bulan-bulan ini 53 persen penerbangan itu internasional, 47 persennya ,” ujarnya.

Pahala juga yakin jika kerugian ini bisa tertutupi oleh penerbangan di akhir tahun. “Meski high season mungkin mulai minggu depan, tapi kemarin Kamis hari yang biasanya tidak terlalu ramai, booking load factor-nya sudah meningkat,” tandasnya. On time performance (OTP) Garuda yang sebelumnya anjlok ke angka 60% pun kini sudah kembali normal menjadi 97%.