Mulai 2021, Garuda Bakal Manfaatkan Drone untuk Angkutan Logistik

Jakarta berencana untuk membeli 100 unit drone dari China yang akan digunakan untuk operasional logistik. Pesawat tanpa awak tersebut kabarnya bakal mulai dioperasikan secara komersial tahun 2021 mendatang.

Maskapai Garuda Indonesia - ekbis.sindonews.com

Maskapai Garuda Indonesia – ekbis.sindonews.com

Menurut Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha PT Garuda Indonesia Muh Iqbal, 100 drone dengan total senilai USD500 juta atau sekitar Rp7 triliun itu diyakini bisa mengurangi beban logistik untuk kargo udara hingga 30%.

“Kita akan membangun sistem logistik mengantar barang dari Sabang sampai Merauke selama 24 jam. Dengan penggunaan drone ini, biaya logistik akan turun 30% karena yang diperlukan tidak perlu terlalu advance. Jadi ini lebih efisien, kita investasi lebih murah. Selain itu, untuk take off landing-nya (landas pacunya) tidak perlu panjang-panjang,” kata Iqbal, seperti dilansir Sindo.

Lebih lanjut Iqbal menerangkan bahwa saat ini jarang terdapat logistik yang mampu menawarkan barang dengan sistem e-commerce untuk sampai di tujuan pada hari ini juga. Padahal permintaan pertumbuhan logistik sudah mencapai 13% per tahun dan pengiriman barang dengan e-commerce pertumbuhannya tembus 50% per tahun.

“Bagaimana mengimprovenya, harus ada ekosistem logistiknya. On demand delivery, rantai pengiriman barang harus smart. Kontrol penuh, jadi tahu barang di mana,” ungkapnya. Ke depannya, roadmap bisnis logistik Garuda Indonesia mengedepankan model new delivery model, sehingga dapat membuat sistem logistik lebih cepat sampai tujuan dengan tepat waktu atau real time.

“Delivery model nanti, setiap orang akan bisa jadi perusahaan pengiriman, asal dapat dipercaya. Yang akan membawa, cepat-cepatan ngambil. Kayak Gojek. Mau pakai mobil atau drone. Nanti regulasinya tidak hanya drone,” ucap Iqbal.

Akan tetapi, pemanfaatan drone untuk logistik masih membutuhkan persiapan yang matang, baik dari sisi regulator dan juga operator. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sendiri sudah menentukan uji coba drone akan dilakukan di Aceh pada awal 2020. “Uji coba akan kita lakukan selama tiga bulan,” jelasnya. Untuk implementasi pemanfaatan drone di sektor logistik direncanakan mulai 2021.