Fokus E-Commerce, Bandara Soekarno-Hatta Dijadikan Cargo Village

TANGERANG – II menargetkan mampu mengelola sebanyak 1 juta ton kargo sepanjang tahun 2019 ini. Untuk itu, perusahaan pun berencana menjadikan sebagai cargo village atau kawasan kargo dengan fokus melayani berbagai kiriman e-commerce atau perdagangan elektronik.

Muhammad Awaluddin, Direktur Utama PT AP II - swa.co.id

Muhammad Awaluddin, Direktur Utama PT AP II – swa.co.id

“Kami mempersiapkan Bandara Soekarno-Hatta menjadi hub kargo terbesar di Indonesia dengan meningkatkan kapasitas cargo village dari yang sebelumnya mampu mengelola 600 ribu ton kiriman per tahun menjadi 1,5 juta ton kiriman per tahun,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, dilansir Bisnis. “Ini akan menjadi pengelolaan kargo terbesar di Indonesia.”

Awaluddin menambahkan, untuk membangun bisnis kargo udara yang baik, diperlukan kolaborasi dengan pemerintah daerah supaya memprioritaskan pengiriman melalui udara. Produk-produk hasil daerah seperti produk UMKM dan barang yang perishable (hasil perikanan dan makanan) dapat menjadi muatan balik, sehingga kiriman dari bandara pasangan Soekarno-Hatta tidak kosong.

“Kiriman asal Bandara Soekarno-Hatta akan difokuskan pada sektor e-commerce cargo karena pertumbuhannya yang dinilai begitu pesat dan sejauh ini pengiriman jarak jauh yang paling cepat masih melalui udara,” sambung Awaluddin. “Jadi, saya rasa kami fokuskan ke e-commerce cargo karena mereka yang sekarang sedang menumbuhkan transaksi.”

Untuk memenuhi target tersebut, PT Angkasa Pura II juga baru saja menjalin kerja sama dengan My Indo Airlines melalui anak usahanya, PT Angkasa Pura Kargo. Pada tahap awal, kerja sama tersebut dituangkan dalam bentuk penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding). Selanjutnya, kedua belah pihak akan menyusun skema rencana kerja sama terkait dengan pengembangan bisnis logistik.

“MoU ini merupakan langkah awal yang tepat bagi perseroan guna mencapai target mengelola sebanyak 1 juta ton kargo pada tahun ini,” tambah Awaluddin. “Kami memproyeksikan bisnis kargo akan semakin tumbuh seiring dengan booming e-commerce dan digital market place. Karena itu, PT Angkasa Pura II menangkap peluang ini dan fokus pada e-commerce cargo.”