Ditjen Hubud Siapkan Posko Angkutan Lebaran 2019 di 36 Bandara

Jakarta – Dalam menghadapi masa Angkutan 2019, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan akan fokus pada 3 aspek, antara lain meliputi aspek keselamatan, , dan juga .

Polana B Pramesti, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) - fakta.news

Polana B Pramesti, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) – fakta.news

“Untuk keselamatan, kami selalu rutin melakukan inspeksi. Dalam angkutan Lebaran ini maka frekuensinya akan ditingkatkan. Inspeksi akan di mulai pada April mendatang,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Polana Banguningsih Pramesti, Jumat (22/3), seperti dilansir Sindonews.

Inspeksi yang dilakukan mencakup aspek sarana dan prasarana penunjang operasional penerbangan. Menurut Polana, hal tersebut perlu dilakukan lebih awal lantaran proses perbaikannya membutuhkan waktu. Adapun prosedur inspeksi ini akan melibatkan Otoritas Bandar Udara (OBU) mulai I hingga X. “Kita akan melakukan pemeriksaan secara ketat sesuai peraturan dan standar yang berlaku. Ditjen Hubud akan memastikan prasarana dan sarana penunjang operasional penerbangan siap dalam melayani angkutan Lebaran tahun ini,” paparnya.

Sementara itu, untuk urusan pelayanan nantinya Ditjen Hubud juga akan menyiapkan 36 posko pelayanan yang tersebar di bandar udara domestik dan 7 , termasuk Internasional , Tangerang, Banten. Sampai bulan Maret 2019 ini setidaknya terdapat 12 maskapai penerbangan yang menyatakan siap untuk melayani angkutan udara periode Lebaran tahun 2019, dengan total armada mencapai 547 unit.

Di samping itu, Ditjen Hubud pun sudah memetakan sejumlah hal yang perlu diantisipasi berkaitan dengan hal-hal yang tidak diinginkan pada masa Angkutan Lebaran 2019. Antisipasi yang dimaksud meliputi gangguan keselamatan dan keamanan, tarif pesawat, bagasi berbayar, antisipasi cuaca ekstrem, kapasitas pesawat dan lonjakan , bahaya terorisme, penggunaan narkoba, hingga perubahan pola penerbangan.

Guna mengantisipasi sederet kendala tersebut, Ditjen Hubud akan melakukan tahapan konsolidasi dan koordinasi, mulai dari lingkungan internal serta seluruh penyelenggara bandara, navigasi penerbangan dan maskapai, serta pihak-pihak terkait lainnya untuk memfokuskan perhatian pada langkah antisipatif jika ditemukan kendala selama berlangsungnya Angkutan Lebaran 2019.