Direct Fly ke Eropa Belum Maksimal, Garuda Indonesia Minta AP II Segera Perkuat Landasan Pacu di Bandara Soetta

Tangerang – PT Tbk (GIAA) meminta PT Angkasa Pura II (AP II) untuk menyegerakan proses penguatan landasan pacu di Soekarno Hatta. Hal ini diungkapkan oleh M. Arif Wibowo, Dirut PT GIAA, sembari menjelaskan mengapa pesawat Garuda Indonesia belum bisa melakukan langsung ke , .m.-arif-wibowo-GIAA

“Kita belum bisa (mengoperasikan penerbangan) langsung karena memang kendala di landasan kita di Cengkareng yang masih diusahakan AP II (Angkasa Pura II) untuk diperbaiki, dan memungkinkan Garuda Indonesia untuk bisa terbang langsung ke London,” ujarnya, kemarin (1/2).

Arif menuturkan, Garuda Indonesia telah memindahkan bandara tujuan di London, dari yang semula berada di Bandara Gatwick menuju ke Bandara Heathrow karena alasan jarak tempuh yang lebih dekat. Selain itu, Garuda Indonesia terpaksa harus mengorbankan kapasitas 90 untuk dikosongkan demi mengurangi bobot pesawat agar tetap layak terbang.

“Jadi kan gini, maximum take off weight B-777 kan 350 ton, sehingga kita tidak bisa langsung dengan full penerbangan ke London, maka ditetapkan hanya 320 ton. Saya harus mengurangi 90 penumpang,” ungkap Arif.

Terkendala landasan pacu, Garuda Indonesia belum dapat memaksimalkan layanan penerbangan langsung menuju ke Eropa. Menurut Arif, hal ini akan mengurangi daya saing Garuda Indonesia terhadap maskapai penerbangan lainnya.

“Dengan ada landasan pacu yang bisa langsung menerbangkan untuk rute jarak jauh, makan semua airline asing beroperasi di Indonesia dan sangat besar pasar. Penerbangan langsung jarak jauh akan memberikan kompetisi yang baik,” pungkasnya.