Digarap April 2017, Proyek Runway Ketiga Bandara Soetta Butuh Rp2 Triliun

Runway-Ketiga-Bandara-Soetta

JAKARTA – II menargetkan peletakan batu pertama atau groundbreaking () ketiga di Internasional dapat dilakukan pada bulan April 2017 mendatang. Pembangunan runway ketiga ini ditujukan untuk mendukung peningkatan mencapai 114 per jam.

Untuk membangun runway tersebut, PT Angkasa Pura II memperkirakan nilai investasi mencapai Rp2 triliun. Nantinya, proyek runway ketiga yang memiliki dimensi 3.000 x 60 meter persegi ini ditargetkan bisa rampung pada pertengahan 2018 mendatang. “Penambahan runway ini merupakan antisipasi dari untuk menghadapi lonjakan pengguna jasa angkutan udara yang mencapai 100 juta orang pada 2025,” ujar Direktur PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin.

“Dengan runway pertama dan kedua saat ini, Bandara Soekarno-Hatta dapat mengakomodasi sebanyak 72 pergerakan per jam, dan tengah dalam proses menuju 86 pergerakan pesawat per jam,” sambung Awaluddin. “Nantinya, keberadaan landasan pacu ketiga dapat membuat kapasitas pergerakan pesawat menjadi 114 pergerakan per jam.”

Dengan kapasitas tersebut, ditambahkan Awaluddin, permintaan baru dan frekuensi terbang dari bakal lebih mudah terakomodasi. “Selain itu, dengan beroperasinya landasan pacu ini, maka akan menjadikan Bandara Internasional Soekarno-Hatta semakin kompetitif,” tambahnya.

Untuk membangun runway ketiga ini, PT Angkasa Pura II membutuhkan lahan seluas 216 hektare. Dari kebutuhan tersebut, pihak perusahaan saat ini baru memiliki tanah seluas 42,85 hektare atau sekitar 20 persen dari total yang dibutuhkan. Oleh karenanya, PT Angkasa Pura II masih harus melakukan pembebasan lahan 173,19 hektare yang akan dibiayai dengan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp4 triliun.

“Penentuan tanah bakal dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik,” imbuh Awaluddin. “Apabila pemilik sudah menyepakati , maka akan dilanjutkan dengan proses berikutnya, hingga paling akhir adalah tahap pembayaran.”