Damri Buka Trayek Bandara Soekarno-Hatta ke Tanjung Lesung

TANGERANG – Tidak mau kalah dengan kereta, bus pun terus meningkatkan guna memudahkan akses masyarakat menuju . Paling gres, bus kantor cabang Serang membuka rute baru dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Tanjung Langsung, Pandeglang PP.

Setia N. Milatia, Direktur Utama Perum Damri - solo.tribunnews.com

Setia N. Milatia, Direktur Utama Perum Damri – solo.tribunnews.com

Trayek baru tersebut resmi dioperasikan bus Damri mulai Minggu (1/4) kemarin, bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Pandeglang yang ke-144. Untuk tahap awal, Damri menyediakan lima unit kendaraan dengan rincian dua bus dan tiga mobil jenis Elf. Jika ke depannya permintaan untuk trayek ini meningkat, perusahaan akan menambah unit kendaraan mereka.

“Bus Damri trayek ini akan beroperasi setiap hari dengan ketentuan berangkat setiap dua jam dan biaya atau harga tiket sebesar Rp60.000 per orang,” jelas Direktur Utama Perum Damri, Setia N. Milatia, seperti dikutip Banten Tribun. “Pembelian tiket masih dilakukan secara manual, namun ke depannya akan diproyeksikan dapat dilakukan melalui daring atau online.”

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pandeglang, Dadan Tafif Danial, menegaskan jika pengoperasian bus Damri tersebut tidak akan mengganggu pengoperasian angkutan umum lainnya yang sudah ada. Pasalnya, bus Damri trayek Tanjung Lesung-Bandara Soekarno-Hatta tidak mengambil dan menurunkan penumpang di sembarang tempat.

“Naik dan turunnya penumpang sudah diatur oleh pihak terkait guna menghindari adanya potensi gesekan dengan jasa angkutan lainnya,” timpal Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Pandeglang, Suandi. “Ada tempat tertentu yang ditentukan pihak perusahaan, karena jika tidak, dikhawatirkan berdampak negatif terhadap ke pengusaha angkutan yang ada di Pandeglang yang berangkat dari Wilayah Cibaliung ke Serang atau Cibaliung ke Merak.”

Masyarakat setempat umumnya merespon positif trayek baru bus Damri dari Tanjung Lesung menuju Bandara Soekarno-Hatta. Pasalnya, dengan adanya transportasi tersebut, mereka sekarang tidak harus berganti angkutan ketika harus menuju bandara. “Sebelumnya, saya terpaksa harus berganti kendaraan umum atau sewa taksi ke bandara,” kata Jajat Junaedi, warga Kampung Majasari.