Cuma Kemitraan, Bandara Soekarno-Hatta Tidak Dijual ke Asing

JAKARTA – Beberapa hari belakangan, sempat beredar kabar bahwa Internasional bakal dijual ke pihak . Namun, dan juga selaku operator , membantah kabar tersebut, karena di kawasan Cengkareng ini merupakan kebanggaan nasional dan menjadi pintu gerbang masuk ke wilayah Indonesia.

Bandara Internasional Soekarno Hatta - rakyatsulsel.com

Bandara Internasional Soekarno Hatta – rakyatsulsel.com

Menurut Komisaris Utama PT Angkasa Pura II, Rhenald Khasali, isu penjualan Bandara Soekarno-Hatta dan juga sejumlah bandara internasional ke pihak asing adalah hoax dan secara garis besar tidak ada rencana penjualan bandara ke pihak mana pun. Yang benar adalah bahwa pemerintah melakukan bentuk kerja sama pemanfaatan barang milik negara (aset) dan kerja sama operasional dalam jangka waktu tertentu.

“Untuk mengklarifikasi berita penjualan saat ini, yang benar adalah bahwa pihak asing tengah berebut untuk meminta kerja sama dengan PT Angkasa Pura karena kondisi keuangan yang sangat bagus dan pertumbuhan di bandara juga bagus,” ujar Rhenald, ketika dihubungi wartawan, Minggu (12/11) kemarin. “Jadi, yang sebenarnya terjadi bukan penjualan.”

Rhenald menuturkan bahwa sejak dioperasikan di Bandara Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura II semakin ‘seksi’ di mata para investor. Banyak investor yang datang ke Bandara Soekarno-Hatta dan juga Bandara Kualanamu di Medan, dan mereka tertarik untuk melakukan kerja sama. “Apalagi, di Bandara Soekarno-Hatta, kami akan lebih dari Rp32 triliun, dan dalam tempo tiga tahun ke depan bisa lebih dari itu,” sambung Rhenald.

“Perusahaan mencari partner yang bisa memberikan cash di depan, kemudian bisa membawa tenaga ahli yang artinya membawa software sehingga bisa meningkatkan pelayanan teknologi,” lanjut Rhenald. “Jadi, kami lihat bandaranya, bandara mana saja yang bisa diajak join operation, dan di dunia ini sangat biasa kerja sama areal komersial, kerja sama untuk perluasan.”

Sementara itu, pakar dari Masyarakat Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, menuturkan bahwa penjualan bandara itu sangat jauh kemungkinannya, bahkan kecil dilego ke pihak asing. Dalam hal ini, pemerintah sebenarnya melakukan bentuk kerja sama pemanfaatan aset dan kerja sama regional dalam jangka waktu tertentu.

“Jadi, tidak ada penjualan aset atau pengalihan aset negara dalam kerjasama tersebut. Yang jelas, itu bukan Bandara Soekarno-Hatta, tetapi bandara yang dikelola oleh pemerintah,” tutur Djoko. “Ini agar tidak membebani APBN dan agar lebih mandiri dan profesional pengelolannya.”