Cuaca Buruk, Aktivitas Penerbangan Bandara Soetta Sempat Terhenti 1 Jam

Jakarta – Aktivitas di pada Rabu (12/12) kemarin sempat terhenti lantaran cuaca buruk. Seperti diketahui, hujan deras melanda kawasan Soetta, Tangerang dan sekitarnya sejak siang sampai sore hari, sehingga berdampak pada puluhan .

Bandara Internasional Soekarno-Hatta - id.wikipedia.org

Bandara Internasional Soekarno-Hatta – id.wikipedia.org

Menurut dari Senior Manager Of Branch Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta Febri Toga Simatupang, kegiatan penerbangan di Bandara Soetta sempat terhenti. Selama 1 jam pesawat tak diizinkan untuk lepas landas atau mendarat di Bandara Soekarno-Hatta lantaran jarak pandang yang berada di bawah normal. “Tadi sempat terjadi Notam (Notice To Airmen) pada pukul 13.30-14.30 WIB,” ujar Febri, Rabu (12/12), seperti dilansir Republika.

Akibat cuaca buruk, belasan penerbangan dari Bandara Soetta menuju berbagai destinasi akhirnya mengalami delay atau keterlambatan. Selain itu, sejumlah penerbangan dari berbagai daerah tujuan ke Bandara Soetta pun terpaksa dialihkan pendaratannya alias divert. Divert tersebut tidak hanya berlaku untuk penerbangan , tetapi juga penerbangan internasional, antara lain Garuda Indonesia, Air Asia, Batik Air, dan Vietnam Airlines.

“Iya, beberapa penerbangan divert. Hal tersebut sesuai dengan pemberitahuan otoritas bandar udara (notam) karena cuaca buruk di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Operasional penerbangan yang divert sudah diberangkatkan kembali menggunakan jadwal keberangkatan terbaru,” papar Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro.

Meski demikian, kondisi Bandara Soetta kabarnya telah berangsur normal. Notam yang diterbitkan tersebut kata Febri adalah kali pertama dalam sepekan terakhir sejak memasuki musim penghujan. Lebih lanjut Febri menjelaskan jika ada beberapa delay penerbangan selama seminggu terakhir yang disebabkan oleh kendala teknis. Menurutnya delay karena masalah teknis adalah hal yang wajar.

Pihak PT Angkasa Pura (AP) II pun akan selalu berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Air Traffic Control (ATC) guna memastikan kelaikan penerbangan. “Terkait layak terbang itu kan ada di ATC dan otoritas bandara. Itu ditentukan secara situasional dan tidak terprediksi. Kalau memang tak dianjurkan terbang, ya harus dilaksanakan,” tandas Febri.