Citilink Buka Rute Penerbangan Langsung Jakarta-Phnom Penh

Phnom Penh berbiaya hemat atau low cost carrier (LCC) Indonesia pada Jumat (21/6) resmi membuka dari ke Phnom Penh, Kamboja. dengan nomor QG 512 tersebut dilayani menggunakan armada pesawat jenis Airbus A320-200 dengan mengangkut sebanyak 67 dari Internasional , Tangerang pada pukul 10.55 WIB dan berhasil mendarat dengan selamat di Internasional Phnom Penh jam 14.25 waktu setempat.

Penyambutan penerbangan perdana Citilink Jakarta-Pnom Penh

Seremoni penyambutan penerbangan perdana Citilink Jakarta-Pnom Penh di Bandara Internasional Pnom Penh, Kamboja – bisnis.com

Duta Besar Kerajaan Kamboja untuk Indonesia Nambora Hor juga turut serta dalam penerbangan perdana tersebut. Kemudian untuk penerbangan sebaliknya diberangkatkan dari Bandara Internasional Phnom-Penh pukul 15.30 dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Terminal LCCT (Low Cost Carrier Terminal) pukul 19.00 dengan nomor penerbangan QG 513.

Adapun penerbangan Citilink dari dan ke Kamboja akan dioperasikan dengan penerbangan sebanyak 3 kali dalam seminggu, yakni setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat. Vice President Corporate Strategist Citilink Indonesia Heriyanto mengungkapkan jika pembukaan rute (direct flight) ini akan membuka koneksi antara Jakarta dengan Phnom Penh. “Kami berharap ini akan meningkatkan hubungan di berbagai sektor seperti budaya, ekonomi, politik, dan lainnya,” kata Heriyanto, seperti dilansir Bisnis.

Lebih lanjut Heriyanto mengungkapkan bahwa penerbangan perdana ke Phnom Penh ini sekaligus untuk memperingati 60 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Kamboja. Dari segi budaya, hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Kamboja memang sudah berlangsung sejak lama. “Kami dengan bangga meluncurkan penerbangan langsung dari Jakarta ke Phnom Penh untuk menghubungkan kedua Ibu Kota,” jelasnya.

Bagi maskapai Citilink, Kamboja adalah negara ketiga untuk rute penerbangan internasional yang dibuka setelah Malaysia dan Timor Leste. Sedangkan Phnom Penh adalah kota keempat setelah Penang, Kuala Lumpur, dan Timor Leste.

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Indonesia untuk Kamboja Sudirman Haseng menuturkan bahwa dengan adanya konektivitas langsung antar kedua negara ini juga dapat mendorong peningkatan kerja sama perdagangan, investasi, dan . “Kita sangat yakin semakin sering berhubungan, tentu akan menumbuhkan potensi peluang yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran. Borobudur di Indonesia dan Angkor Watt di Kamboja menjadi satu penghubung antara kedua negara,” tandasnya.