Cargo Village di Bandara Soekarno-Hatta Bakal Diperbesar & Terhubung Jalan Tol

Jakarta berencana untuk memperbesar Cargo Village atau kawasan khusus di Internasional menjadi 2 kali lipat lebih besar dan menghubungkannya langsung ke . Upaya peningkatan kapasitas Cargo Village di Bandara ini sengaja dilakukan untuk menekan biaya logistik.

Cargo Village di Bandara Soekarno-Hatta - katadata.co.id

Cargo Village di Bandara Soekarno-Hatta – katadata.co.id

Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, kapasitas Cargo Village akan ditingkatkan dari 600 ribu ton menjadi 1,5 juta ton. Ke depannya kawasan tersebut juga hendak diintegrasikan dengan jalan Tol Kunciran-Cekareng yang saat ini tengah dalam . “Kami mau buat efisiensi logistik. Ini kerja sama antara Angkasa Pura II dengan Marga, untuk automasi, sehingga semua aktivitas di bandara menjadi efisien,” ujar Luhut di Jakarta, Jumat (20/7), seperti dilansir Katadata.

Sementara itu, pihak PT Angkasa Pura (AP) II sendiri memang telah meminta akses khusus ruas jalan Tol Kunciran-Cengkareng supaya dapat dipotong untuk memudahkan arus kargo dari dan ke Bandara Soetta. “Kita berharap ada akses yang diberikan khusus. Sekarang kan ada jalan tol yang sedang dibangun, kita minta disodet sedikit untuk bisa masuk langsung ke akses itu,” ungkap Head of Corporate Secretary and Legal PT Angkasa Pura II Agus Haryadi.

Sekitar 89% lahan telah dikuasai dan diyakini tak ada masalah pembebasan lahan. “Tinggal tambah 11 persen untuk menyambungkan ke jalan tol. Itu paling ideal, sehingga akses kendaraan tidak lagi masuk ke bandara, tapi langsung lewat jalan itu,” tutur Agus.

Sayangnya hingga kini pembangunan kawasan khusus kargo tersebut kabarnya masih tersendat. “Sebenarnya selain Cargo Village-nya sendiri, ada aksesibilitas yang belum selesai, yang belum diputuskan antara Angkasa Pura II, Jasa Marga, sama anak perusahaannya,” ucap Direktur Bandar Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Polana Banguningsih Pramesti.

Pembangunan apron atau tempat parkir kargo dikabarkan telah selesai, sedangkan untuk pembangunan kargo juga diprediksi tak butuh waktu terlalu lama. Akan tetapi akses jalan masih terganjal oleh keinginan Pemerintah Kota Tangerang yang tak ingin agar jalan di wilayahnya terganggu oleh angkutan logistik. “Untuk itu, mudah-mudahan 2019. Makanya Pak Menteri minta ada percepatan, terutama terkait aksesnya itu,” pungkas Polana.