Bus Transjakarta Bakal Buka Rute Perjalanan ke Bandara Soekarno-Hatta

Jakarta – PT Transjakarta bekerja sama dengan PT Angkasa Pura II untuk memberi penunjang Transjakarta yang menjangkau rute perjalanan ke , Tangerang, Banten. Kemitraan Transjakarta dengan AP II ini dilakukan guna menghadirkan massal di Bandara Soetta.

Bus Transjakarta - megapolitan.kompas.com

Bus Transjakarta – megapolitan.kompas.com

“Transjakarta dan Angkasa Pura II akan bersama-sama merumuskan program setelah penandatanganan nota kesepahaman ini,” kata Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono, Rabu (22/5), seperti dilansir BeritaJakarta.

Lebih lanjut Agung mengatakan bahwa kemitraan ini dapat memberi alternatif moda transportasi di Bandara Soetta, sehingga membawa dampak yang positif untuk masyarakat. “Salah satunya mengurangi kepadatan lalu lintas dengan memindahkan para pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum,” ungkap Agung.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin juga menuturkan jika saat ini sudah tersedia berbagai macam moda transportasi di Bandara Soetta, mulai dari kereta bandara, Bus Damri, JA Connexion, tak konvensional, hingga angkutan online. “Sebagai pengelola bandara, kita harus sediakan moda transportasi untuk pergerakan penumpang,” tukas Awaluddin.

Di sisi lain, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) berupaya menjaga keseimbangan antar operator bus di Bandara Soetta. Misalnya saja dengan penerapan tarif komersial untuk bus Transjakarta rute Bandara Soetta. Nantinya bus Transjakarta yang beroperasi di bandara tak akan diberi subsidi pelayanan publik atau public service obligation (PSO).

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengungkapkan, perizinan bus Transjakarta saat ini masih pada tahap pembahasan. Kemudian tarifnya kelak akan ditetapkan berbeda untuk rute ke Bandara Soetta dan keluar dari Bandara Soetta. “Ya jadi pertama kalau bus Transjakarta masuk kan bus itu bersubsidi. Sementara, yang beroperasi kan komersial. Memang ada ide boleh masuk, tapi nanti tarif Transjakarta tidak bersubsidi yang dari bandara ke luar, sedangkan dari luar ke bandara bersubsidi,” paparnya.

Hal ini dilakukan guna menjaga keseimbangan antar operator bus di Bandara Soetta. Pasalnya sudah ada operator bus lain yang telah beroperasi seperti Damri dan Perum PPD. “Pertama, kan mereka (pengguna transportasi udara) ekonominya relatif baik. Kemudian juga mekanisme pasar, di situ kan DAMRI dan Perum PPD kan normal tanpa PSO. Kalau bus Transjakarta pakai PSO, nanti orang pada pindah ke sana semua,” tutupnya.