Berkat Layanan Fast Track, Proses Kedatangan Jemaah Haji di Arab Saudi Jadi Lebih Cepat

Jakarta fast track dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2019 ini yang diberikan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI rupanya memperoleh apresiasi dari para jemaah haji. Pasalnya, dengan fast tract dari pemerintah Saudi tersebut para jemaah yang turun dari dapat langsung keluar menuju bus tanpa perlu melalui imigrasi di Saudi.

Calon Haji Nikmati Fasilitas Layanan Fast Track - www.liputan6.com

Calon Haji Nikmati Fasilitas Layanan Fast Track – www.liputan6.com

Oleh sebab itu, penerimaan jamaah haji di Tanah Suci menjadi sangat cepat, antara 30 menit sampai 1,5 jam saja. Dengan layanan fast track, segala pengecekan dokumen sudah dilakukan di asal jemaah haji diberangkatkan. Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, para jemaah masih harus menghabiskan waktu di sekitar 5-6 jam untuk mengikuti proses imigrasi dan bagasi.

“Untuk tahun ini, fast track baru untuk jemaah haji dari Embarkasi Jakarta-Pondok Gede dan Embarkasi Jakarta-Bekasi. Mereka berasal dari Lampung, Banten, Jakarta, dan Jawa Barat,” ujar Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara Jeddah-Madinah, Arsyad Hidayat di Bandara Prince Mohammed Bin Abdulaziz Madinah, seperti dilansir Indopos.

Lebih lanjut Arsyad memaparkan bahwa fast track tersebut memindahkan proses pengecekan dokumen keberangkatan jemaah haji di negara asal. Pemerintah Arab Saudi membuka konter predeparture clearance di bandara yang telah ditentukan. Untuk Indonesia, pemerintah Arab Saudi membukanya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. “Jadi turun pesawat langsung masuk ke terminal Makkah Route. Tidak ada pemeriksaan kecuali barang bawaan,” ungkap Arsyad.

Sementara itu, Kepala Sektor 2 Madinah Muh Rusdi Umar menambahkan, kelebihan lain dari fast track adalah secara psikologis para jemaah haji menjadi lebih stabil. “Kita harapkan untuk tahun selanjutnya, pertambahan fast track bias ditingkatkan. (Besar) pengaruh psikologisnya. Bila mereka enjoy, pikiran tenang, tenaga tidak akan tersita banyak,” bebernya.

Rusdi menuturkan, sebagian jemaah yang berasal dari embarkasi Surabaya (SUB) dan embarkasi Solo (SOC) secara psikologis menjadi lebih tenang. “Mereka (jamaah dari embarkasi lain) tidak mengalami apa yang dialami (jamaah) fast track, itu tidak lebih dari satu jam,” ucapnya. Oleh sebab itu ia berharap agar ke depannya seluruh jemaah dapat menikmati layanan fast track. “Saya sangat mengharapkan fast track tahun yang akan datang bisa dinikmati oleh seluruh jemaah haji,” tutupnya.