Belum Ada Regulasi, Grab Taksi Siap Bayar Sewa di Bandara Soetta

Tangerang – Adanya moda berbasis online rupanya cukup mengusik armada angkutan umum konvensional yang telah lama menjalin kerjasama dengan PT Angkasa Pura (AP) II. Sebab pendapatan para awak armada angkutan Bandara Soekarno Hatta cukup terpengaruh oleh keberadaan taksi online. Selain itu, teknis kerjasama AP II dengan pihak pengelola taksi online juga masih belum menemui titik terang.

Oleh sebab itu, taksi online hanya diizinkan mengantar penumpang namun tak boleh mengambil penumpang di kawasan Bandara Soetta. Senior General Manager Bandara Soetta, Suriawan Wakan mengungkapkan jika pihaknya akan membahas lebih lanjut perihal kerjasama dengan taksi online dan rekanan transportasi legal bandara seperti travel, , dan mobil Induk Koperasi Angkutan Udara.

Aplikasi taxi online BlueBird

Aplikasi online BlueBird [foto:bluebirdgroup]

“Konsep kerjasama dengan pihak taksi online masih dibahas. Memang perlu regulasi untuk mengatur, sehingga di belakangan hari tidak ada konflik,” ucapnya, Kamis (6/10).

Pihak AP II masih mengkhawatirkan kekalahan persaingan antara transportasi yang telah bekerjasama dengan bandara dengan taksi online. Terutama karena belum adanya formula regulasi yang menguntungkan bagi berbagai pihak.

“Aturan hukum dan kerjasama ini yang belum didapatkan. Permasalahannya keberadaan taksi online ini dikhawatirkan menggangu pendapatan taksi reguler dan Damri serta ,” tutur Suriawan.

Sementara itu, koperasi pengelola Grab Car, Perkumpulan Perusahaan Rental (PPRI) saat ini tengah mendaftarkan kerjasama dengan PT AP II agar bisnis taksi online-nya legal dan bisa mangkal secara legal di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang.

“Ini ujung-ujungnya ke angka sih, nanti kan ada balasan dari AP II tabelnya (rincian biayanya),” kata Kepala Koperasi PPRI, Ponco Seno, Kamis (6/10).

Dengan adanya kerjasama itu, artinya PPRI harus membayarkan sejumlah sewa untuk bisa beroperasi di Bandara Soetta. Sebagai dampaknya, kemungkinan pihaknya akan menaikkan tarif dari dan ke Bandara Soetta sekitar 20%.

Seno mengaku pernah membahas hal ini dengan AP II dan Kementerian Perhubungan. Walau pihak AP II belum siap, kini bagaimanapun juga AP II berusaha untuk menjajaki bentuk kerjasama tersebut.