Bandara Soetta Adakan Simulasi Penanganan Gempa Gunung Anak Krakatau

Tangerang – PT Angkasa Pura II (Persero) melalui Kantor Cabang Utama mengadakan latihan penanggulangan keadaan darurat (PKD) akibat aktivitas vulkanik dari Gunung Anak Krakatau di Banten. Simulasi kesiapan penanganan bencana tersebut dilakukan demi menjamin keselamatan , , dan kenyamanan udara di Bandara Soetta.

Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Suriawan Wakan - www.rmoljateng.com

Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Suriawan Wakan – www.rmoljateng.com

“Serta untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk dari kecelakaan penerbangan, diperlukan latihan terpadu yang melibatkan seluruh instansi terkait untuk menguji sistem dan prosedur standar masing-masing institusi yang terlibat,” kata Executive General Manager, Bandara Soekarno-Hatta, M Suriawan Wakan, Kamis (22/11), seperti dilansir Tempo.

Latihan simulasi tersebut dilaksanakan di salah satu runway Bandara Soetta dan melibatkan sejumlah instansi terkait berjumlah 800 personal, meliputi Airport Emergency Committee dan Airport Security Committee dari PT Angkasa Pura II (Persero), Otoritas Bandara, AirNav, KNKT, TNI, Polres Bandara, Basarnas, CIQ, DVI Polda Metro Jaya, Dinas Perhubungan, pihak Airlines, Ground Handling, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Pemadam Kebakaran Kota Tangerang, Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang serta beberapa rumah sakit, dan puskesmas yang ada di sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Simulasi ini dimulai dari penanganan darurat dari pesawat Boeing 777-300 rute Cengkareng-Singapura yang mengalami pembatasan lepas landas (aborted take off) karena pilot merasakan guncangan gempa di landasan. Skenario latihan ini mengisahkan bahwa pesawat yang mengangkut 260 penumpang dari Bandara Soetta menuju Changi tersebut lepas kendali sehingga gagal take off. Pesawat pun gagal keluar dari runway sejauh 50 meter serta nose gear pesawat patah dan engine bagian satu terbakar di November 7, runway 25 right.

Tak hanya penanganan ketika kejadian berlangsung, PKD tahun ini juga menyiapkan skenario penanganan pasca kejadian, yaitu penanganan terhadap keluarga korban lewat simulasi greeters dan meters. Di samping itu, ada pula latihan penanganan terhadap media (media handling) ketika kondisi darurat.

“Untuk menjamin keselamatan penerbangan, keamanan dan kenyamanan moda transportasi udara serta untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk dari kecelakaan penerbangan, diperlukan latihan terpadu yang melibatkan seluruh instansi terkait untuk menguji sistem dan prosedur standar masing-masing institusi yang terlibat,” ungkap President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin.