Garuda Indonesia Resmi Terbangi Rute Bandara Soetta-Kulonprogo

Kulonprogo akhirnya membuka dari Yogyakarta (Yogyakarta International Airport/YIA) ke Cengkareng, Tangerang pada Jumat (4/10) kemarin. Penerbangan tersebut dilayani oleh armada pesawat berbadan lebar (wide body) tipe Airbus 330-200 dengan frekuensi sebanyak 2 kali dalam seminggu, yakni tiap hari Jumat dan Minggu.

Pesawat Garuda Indonesia - www.aviatren.com

Pesawat Garuda Indonesia – www.aviatren.com

“Hari ini Garuda mulai beroperasi, setelah sebelumnya Citilink, Lion Air, Batik, dan AirAsia lebih dulu. Total sekarang ada 30 flight di YIA. Selain Garuda, Citilink juga menambah enam flight tujuan Palembang, Kualanamu, dan Pontianak. Lion Air juga menambah, ada 12 flight,” ujar Pelaksana Tugas Sementara (PTS) Bandara YIA sekaligus GM Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Agus Pandu Purnama di terminal kedatangan Bandara YIA, Jumat (4/10), seperti dilansir Sindonews.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara menuturkan bahwa penerbangan ke Kulon Progo tersebut juga dapat membantu mobilitas penumpang yang selama ini hanya terpusat di Bandara Adisutjipto.

“Kita terbang ke New Yogyakarta karena memang Yogyakarta sudah cukup padat, dan terminal di Adi Sucipto sudah tidak bisa menampung. Kita ingin membantu pariwisata dan khususnya transportasi dari Jakarta ke Yogyakarta ini sudah full terus,” papar Ari.

Rute baru tersebut sekaligus sebagai langkah antisipasi apabila ada penumpang Garuda yang mengeluh kehabisan tiket. Pasalnya, tingkat okupansi rute ke Yogyakarta telah mencapai lebih dari 80%. “Kita yang reguler sudah di atas 80 persen. Ini memang cukup mengganggu penumpang yang ingin terbang ke sana sehingga banyak yang tidak dapat seat. Ini untuk mengakomodasi penumpang yang tidak dapat seat,” jelasnya.

Walaupun ada beberapa penumpang yang mungkin enggan melakukan penerbangan karena letak Bandara Kulon Progo yang jauh dari pusat Kota Yogyakarta, Ari mengaku siap menambah frekuensi penerbangan apabila sambutan masyarakat cukup bagus. “Karena memang penumpang agak reluctant terbang ke NYIA. Mereka harus mengeluarkan biaya tambahan berupa transportasi yang kira-kira 1,5 jam dari Yogyakarta ke NYIA. Kita lihat kalau animo besar, akan kita tambah,” tandas Ari.