Tren Baru di Masa Pandemi, Bandara Soetta Siap Fasilitasi Terbang Tanpa Tujuan

Jakarta – Kondisi pandemi (Covid-19) yang melanda banyak termasuk rupanya telah memunculkan tren baru di dunia , yakni terbang tanpa tujuan atau flying to nowhere. Istilah terbang tanpa tujuan atau flying to nowhere pada dasarnya sudah tidak asing dalam dunia , khususnya di tengah pandemi Covid-19 sejak Maret 2020 lalu.

Agus Haryadi, Executive General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta - jakarta.tribunnews.com

Agus Haryadi, Executive General Manager Internasional – jakarta.tribunnews.com

Belum lama ini asal Jepang pun menawarkan penerbangan selama 7 jam dan melintas di atas Kepulauan Hawai sebelum kembali ke Jepang. Demikian pula dengan asal Taiwan yang menyediakan perjalanan wisata terbang tanpa tujuan untuk melintas di atas Pulau Jeju, Korea Selatan dan kembali ke Taiwan.

Sementara itu, menurut Executive General Manager (EGM) Bandara Soekarno-Hatta, Agus Hariyadi, pihaknya siap untuk menyediakan fasilitas bagi para maskapai yang hendak membuka perjalanan wisata terbang tanpa tujuan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

“Pasti kita dukung, bagi bandara paling tidak program ini bisa menumbuhkan keyakinan publik untuk terbang lagi,” ujar Agus, Rabu (7/10), seperti dilansir Tribunnews. Akan tetapi, Agus mengatakan bahwa sejauh ini masih belum ada maskapai yang membuka program penerbangan tanpa tujuan atau flying to nowhere. “Sejauh ini belum ada yang mengajukan atau berencana,” beber Agus.

Lebih lanjut Agus menambahkan, perjalanan penerbangan dengan tujuan kembali ke titik awal tersebut sebenarnya bukan merupakan yang asing di Bandara Soetta. Namun, penerbangan untuk kembali ke bandar udara yang sama umumnya diperuntukkan sebagai penerbangan uji pesawat jenis baru. “Istilahnya joy flight seperti uji coba pesawat baru, depart from origin and come back to origin,” jelas Agus.

Pihak PT Angkasa Pura (AP) II sendiri mengaku menyambut baik jika ada maskapai yang menawarkan penerbangan tanpa tujuan, sehingga menjadi daya tarik wisata baru khususnya di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang. “Ide terbang tanpa tujuan itu di masa pandemi saya kira ide bagus, lumayan untuk memanaskan engine, check-up dan familiarisasi aircraft maupun awaknya,” terang Agus.