Soekarno-Hatta Jadi Percontohan Transformasi Digital di Sektor Bandara

Jakarta , Tangerang, Banten yang berada di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura (AP) II saat ini ditetapkan menjadi model percontohan transformasi bandar udara nasional.

Polana B Pramesti, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) - fakta.news

Polana B Pramesti, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) – fakta.news

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B. Pramesti mengungkapkan bahwa pihaknya mengapresiasi sejumlah terobosan yang dilakukan oleh AP II untuk mengembangkan Bandara Soetta menjadi yang terbesar di Indonesia serta termasuk salah satu bandara tersibuk di dunia tahun 2018. “Terutama atas transformasi melalui digitalisasi pelayanan dan industri , semua hal ini dilakukan untuk mengikuti perkembangan teknologi yang terus berkembang sangat cepat di dunia saat ini,” ujar Polana, Rabu (11/12), seperti dilansir Bisnis.

Bandara Soekarno-Hatta sendiri sudah memulai transformasi digital, baik di sektor keselamatan, keamanan, serta pelayanan untuk penumpang maupun stakeholders kebandarudaraan. “Kami mendorong tidak hanya Bandara Soekarno Hatta yang bertransformasi untuk menghadapi revolusi 4.0. Kami berharap bandara-bandara lain dapat mengikuti terobosan yang telah dilakukan Bandara Soekarno Hatta, terutama bandara- bandara besar yang ada di Indonesia,” jelas Polana.

Industri dunia kini dianggap sedang menghadapi revolusi industri 4.0 di mana konsepnya sudah serba otomatisasi yang dilakukan menggunakan mesin, tanpa membutuhkan tenaga manusia untuk pengoperasiannya. Hal ini dinilai dapat mendorong efisiensi waktu, tenaga, dan juga biaya.

VP Corporate Communications AP II Yado Yarismano menambahkan, dari tahun 2016 lalu PT AP II sudah fokus untuk melaksanakan transformasi digital dalam upaya mempercepat peningkatan standar operasional dan pelayanan di bandara-bandara yang dikelola. Transformasi digital tersebut juga sejalan dengan usaha AP II untuk jadi The Best Smart Connected Airport Operator in The Region.

Digitalisasi bandara pun dilakukan guna mengakomodir kebutuhan traveler atau penumpang pesawat yang kini sekitar 60-70% berasal dari kalangan milenial. Ada berbagai konsep atau produk yang diluncurkan dari transformasi digital yang digagas AP II dan diimplementasikan di Bandara Soetta untuk memenuhi aspek operasional dan pelayanan.

Ke depannya, tahun 2020 mendatang implementasi smart and connected airport di AP II akan terus berjalan dan memasuki babak baru dengan memanfaatkan big data analysis, virtual reality, dan artificial intelligence.

“Kami memahami bahwa era disrupsi di bandara ke depan bukan hanya berdampak kepada disrupsi teknologi, tetapi sekaligus juga membawa dampak terhadap disrupsi regulasi kebandarudaraan dan disrupsi kompetensi sumber daya manusia pengelola bandara,” tutupnya.