Sriwijaya Air Tambah Jatah Bagasi Gratis Selama Libur Natal & Tahun Baru

Jakarta – Menjelang musim liburan 2019 dan 2020 (Nataru), Group menawarkan istimewa untuk para setianya. Tak tanggung-tanggung, terdapat program gratis tambahan bagi para penumpang.

Ilustrasi : Maskapai Sriwijaya Air

Ilustrasi : Maskapai Sriwijaya Air – www.kabarbisnis.com

Adapun free baggage allowance atau jatah bagasi gratis untuk penumpang pesawat Sriwijaya Air Group tipe ATR yang tadinya hanya 10 kg per pelanggan, ditingkatkan jadi 15 kg per penumpang. Sedangkan untuk yang dilayani armada pesawat jet, jatah bagasinya ditambah dari 15 kg per pelanggan jadi 20 kg per penumpang.

“Kami hadirkan program free baggage allowance 15 kg untuk ATR dan 20 kg untuk pesawat Jet ini berlaku untuk seluruh rute penerbangan Sriwijaya Air Group. Program ini sebagai wujud apresiasi kami kepada para pelanggan setia atas kepercayaannya terhadap Sriwijaya Air dan NAM Air selama ini,” kata Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air Adi Willi Hanhari Haloho, seperti dilansir Antara.

Seperti diketahui, selama ini Sriwijaya Air Group biasanya hanya memberi jatah bagasi gratis sebesar 10 kg per penumpang untuk pesawat jenis ATR dan 15 kg per orang untuk pesawat Jet. Dengan demikian, pada masa Nataru ini terdapat tambahan jatah bagasi gratis sebanyak 5 kg per penumpang.

“Normalnya Sriwijaya Air Group hanya memberikan free baggage allowance masing-masing sebesar 10 kg untuk ATR dan 15 kg untuk pesawat Jet per pelanggan, namun dalam program ini akan ada penambahan sebesar 5 kg per pelanggan. Jatah bagasi lebih ini bisa dimanfaatkan untuk keperluan membawa oleh-oleh bagi saudara di kampung halaman serta membawa bingkisan atau barang-barang dari kampung halaman kembali ke kota domisili,” papar Adi.

Setelah berhenti bekerja sama dengan Garuda Indonesia, Sriwijaya Air Group tetap berkomitmen untuk menjamin penerbangannya tak terganggu serta mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan. Hal ini juga telah dipastikan oleh pihak Kementerian Perhubungan sejak beberapa waktu lalu. Hingga kini operasional penerbangan Sriwijaya Air Group masih akan terus dimonitor oleh pihak Kemenhub.