Bandara Soekarno-Hatta Punya Pusat Kendali Transportasi Darat

TANGERANG – PT Angkasa Pura II terus meningkatkan dan yang ada di . Paling baru, pada Senin (1/7) kemarin, perusahaan resmi mengoperasikan Land Transportation Operation Center (LTOC) untuk mengintegrasikan semua moda darat di Bandara Soekarno-Hatta agar lebih tertata rapi, terukur, dan efektif.

Muhammad Awaluddin, Direktur Utama PT AP II - swa.co.id

Muhammad Awaluddin, Direktur Utama PT AP II – swa.co.id

“LTOC membuat pola operasi di Bandara Soekarno-Hatta menjadi lebih terkoordinasi dengan baik. Sebab, semua terpusat dalam satu kendali LTOC, yaitu sebuah ruangan yang dipenuhi layar monitor yang dapat memantau situasi dan pergerakan seluruh area bandara,” papar Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, dilansir Tempo. “Dengan fasilitas ini, semua layanan moda transportasi darat seperti kereta bandara, skytrain, taksi, bus Damri, dan angkutan darat lainnya lebih terukur dan penumpang mendapatkan kepastian layanan.”

Awaluddin menambahkan, petugas LOTC nantinya akan cepat merespons semua keluhan pengguna jasa bandara, seperti ketersediaan angkutan, jadwal keberangkatan dan kedatangan lebih terukur dan rapi. “Kepastian pengguna jasa sudah bisa didapatkan, seperti kereta bandara juga sudah punya data pola operasi dan dampaknya terhadap masyarakat,” sambung Awaluddin. 

“LTOC dapat menjadi tempat koordinasi antar pihak terkait yang bisa memberikan sebuah informasi dan respon,” lanjut Awaluddin. “Land ini dapat menjadi sebuah moda bagi kami untuk deteksi dini dan bisa memberikan sebuah informasi dan kecepatan sekaligus untuk meresponnya, atau efisiensi operasi dengan koordinasi yang baik.”

Saat ini, Bandara Soekarno-Hatta adalah bandara terbesar urutan ke-17 terbesar di dunia dalam konteks pergerakan. Setiap harinya, tidak kurang 1.200 pesawat take-off dan landing. Sementara, pergerakan penumpang, pekerja, dan visitor mencapai 120 ribu orang. “Kita harus memastikan bandara ini punya reputasi dan kebanggaan Indonesia. Karena, era ke depan yang dipertandingkan bagaimana kesiapan bandara mengantisipasi kebutuhan pelanggannya dan merespon dengan cepat,” tutupnya.