Alami Keretakan, 3 Pesawat Boeing B737NG di Indonesia Dilarang Terbang

Jakarta – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan merespons laporan crack atau retak di tubuh Boeing 737 New Generation (B737NG). Keretakan tersebut rupanya bisa berakibat fatal karena dapat menyebabkan hilang kendali.

Avirianto, Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara - @djpu151

Avirianto, Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara – @djpu151

Karena adanya laporan tersebut pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pun melarang terbang atau grounding 3 pesawat Boeing 737 NG yang dioperasikan oleh beberapa di Indonesia. Adapun 3 pesawat tersebut antara lain 1 unit milik dan 2 unit milik Sriwijaya Air.

Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU), Avirianto menjelaskan, keretakan itu ada pada salah satu dari 3 pesawat B737NG milik Garuda Indonesia yang usianya lebih dari 30.000 FCN dan ada crack pada 2 pesawat B737NG milik Sriwijaya Air dari 5 pesawat yang berumur lebih dari 30.000 FCN.

Laporan keretakan ditemukan pada frame fitting outboard chords and failsafe straps adjacent to the stringer S-18A straps. Keretakan itu bisa mengakibatkan kegagalan Principal Structural Element (PSE) untuk mempertahankan batas beban. Alhasil, ketiga pesawat Boeing B737NG akan diberhentikan hingga mendapat rekomendasi lebih lanjut dari pihak Boeing.

“Selanjutnya DKPPU meminta kepada operator yang mengoperasikan B737NG yaitu Garuda Indonesia, Lion Air, Batik Air dan Sriwijaya Air, untuk memasukan pemeriksaan atau inspeksi sesuai DGCA AD 19-10-003 ke dalam Maintenance dengan interval rutin setiap 3500 Flight Cycle (FC),” kata Avirianto, Selasa (15/10), seperti dilansir Kontan.

Lebih lanjut Avirianto menuturkan jika pihaknya sudah memerintahkan operator yang mengoperasikan B737NG untuk melakukan instruksi sesuai Airworthiness Directive. “Saat ini maskapai yang mengoperasikan pesawat B737NG adalah Garuda Indonesia sebanyak 73 pesawat, Lion Air sebanyak 102 pesawat, Batik Air sebanyak 14 pesawat, dan Sriwijaya Air sebanyak 24 pesawat,” bebernya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti menegaskan bahwa Kemenhub akan senantiasa mengutamakan keselamatan para penumpang. “Kemenhub sangat mengutamakan keselamatan, oleh karena itu, Ditjen Hubud akan dan terus berupaya penuh untuk memastikan keselamatan dari setiap pesawat yang beroperasi di Indonesia. Kami akan melakukan inspeksi lebih lanjut untuk memastikan tingkat kerusakan dari pesawat produksi Boeing, khususnya B737NG,” tegasnya.