Perluas Konektivitas, Angkasa Pura II Gencar Kembangkan Bandara

Jakarta – Presiden Joko Widodo sebelumnya meminta agar dan dilakukan berdasarkan prioritas, fokus, dan terarah. Oleh sebab itu, untuk mendukung upaya pemerintah, PT Angkasa Pura (AP) II sepakat untuk mengembangkan yang merupakan pintu gerbang utama di Indonesia sesuai jadwal yang ditetapkan.

Muhammad Awaluddin, Direktur Utama PT AP II - www.merdeka.com

Muhammad Awaluddin, Direktur Utama PT AP II – www.merdeka.com

Usai rampungnya runway ke-3, AP II fokus untuk menggenjot kapasitas terminal penumpang. Oleh sebab itu, AP II bersiap membangun Terminal 4 di Bandara Soetta. Desain Terminal 4 kini telah ditetapkan dan pembangunan akan dilaksanakan dalam 3 tahun atau dimulai pada 2021-2024. “Nantinya pada 2024, Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan Terminal 1, 2, 3, dan 4 akan memiliki kapasitas mencapai 100 juta penumpang per tahun,” ungkap President Director Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, seperti dilansir Tempo.

Dengan adanya Terminal 4, AP II akan mendorong lebih banyak konektivitas penerbangan dari dan ke Indonesia. “Target kami adalah meningkatkan rute internasional di Soekarno-Hatta, sehingga mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara ke Jakarta atau melanjutkan penerbangan ke destinasi lain di Indonesia. Kami ingin mewujudkan passenger connectivity dan tourism connectivity,” jelas Awaluddin.

Menurut Awaluddin, tourism connectivity pun dapat terwujud dengan adanya low cost carrier terminal (LCCT) di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta. “Bandara Angkasa Pura II lainnya juga siap mendukung pariwisata Indonesia, seperti misalnya Bandara Raja Haji Fisabilillah di Tanjung Pinang, Bandara Silangit di dekat kawasan Danau Toba, Bandara HAS Hanandjoeddin di Belitung, serta Bandara Banyuwangi,” paparnya.

“Bandara-bandara di bawah pengelolaan Angkasa Pura II akan berupaya meningkatkan kinerja, dan memperluas konektivitas penerbangan agar target nasional 20 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia pada 2020 bisa terwujud,” sambung Awaluddin.

Hingga kini AP II mengelola 19 bandara dengan total kapasitas terminal di seluruh bandar udara mencapai 86,15 juta orang per tahun. AP II pun mempunyai rencana pengembangan dan pembangunan terminal baru di sejumlah bandara agar kelak total kapasitas terminal bisa mencapai sekitar 178 juta penumpang per tahun.

AP II pun ingin mewujudkan cargo connectivity lewat pengembangan cargo village di Bandara Soetta yang diperkirakan bisa menangani sekitar 1,5 juta ton kargo tiap tahun. “Cargo village Soekarno-Hatta akan menjadi pusat pengelolaan kargo udara terbesar dan terintegrasi pertama di Indonesia, salah satunya didorong tumbuhnya bisnis e-commerce di dalam negeri,” tandasnya. Cargo village Bandara Soetta dijadwalkan selesai tahun 2020.