Bandara Soekarno-Hatta Genjot Penerbangan ke Destinasi Wisata

JAKARTA – Setelah sempat terpuruk akibat pandemi virus corona, pihak PT Angkasa Pura II berencana untuk menggenjot penerbangan ke sejumlah destinasi Indonesia, termasuk melalui . Diharapkan, untuk menuju tempat pariwisata akan meroket pada kuartal empat atau akhir tahun 2020.

Penumpang Bandara Internasional Soekarno-Hatta - ekonomi.bisnis.com

Penumpang Bandara Internasional Soekarno-Hatta – ekonomi.bisnis.com

“Kita harapkan naik, terutama jumlah pariwisata yang harus kita genjot karena masih di angka 10 sampai 15 persen,” tutur Senior Manager Branch Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Febri Toga Simatupang, dilansir Tribun Jakarta. “Ini momentum kenaikan pergerakan pesawat dan penumpang, kami harapkan terus meningkat. Ini sudah menyentuh angka 43 persen dari angka normal 1.200 pergerakan pesawat.”

Untuk saat ini, tercatat ada peningkatan 10 persen pada pergerakan pesawat bila dibandingkan dari jumlah sebelumnnya. Pada hari Jumat (14/8) kemarin, tembus di angka 524 penerbangan. Ada kenaikan yang biasanya 400 hingga 459 pergerakan pesawat, naik sekitar 10 persen. “Kenaikan pergerakan pesawat juga diikuti dengan melonjaknya pergerakan penumpang yang mencapai 47 ribu di Bandara Soekarno-Hatta,” sambung Febri.

Pada akhir pekan kemarin, pergerakan pesawat mencapai 524 penerbangan atau 43,6 persen dari kapasitas yang ada yakni 1.200 penerbangan per hari. Tak hanya traffic terbang yang melonjak, jumlah penumpang juga mencapai titik puncak selama masa pandemic virus corona, yaitu mencapai 45.745 penumpang dalam sehari.

“500 penerbangan per hari diharapkan menjadi angka psikologis terbaru di Bandara Soekarno-Hatta. Faktor pendorong tingginya jumlah penerbangan pada 14 Agustus salah satunya adalah long weekend,” ujar Presiden Direktur PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, dikutip dari CNBC Indonesia. “Ini menandakan pola perjalanan masyarakat dengan pesawat sudah mulai pulih kembali. Pada kondisi normal, penerbangan pada periode long weekend memang cukup tinggi.”

Sebelumnya, di tengah pandemi ini, pergerakan pesawat pada April 2020 hanya sekitar 200 penerbangan per hari. Sementara, pada Mei 2020, turun menjadi sekitar 100 penerbangan per hari dan pada Juli 2020 juga sekitar 300 penerbangan/hari. Awaluddin menilai bahwa adanya peningkatan menjadi indikator terjaganya kepercayaan masyarakat terhadap sektor penerbangan nasional di tengah pandemi.