Sriwijaya Air Sempat Delay, Bandara Soetta Tetap Terbangkan Penumpang

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) II menegaskan jika tetap beroperasi seperti biasa meskipun sejumlah sempat mengalami keterlambatan atau delay pada Kamis (7/11) lalu.

Maskapai Sriwijaya Air - www.kabarpenumpang.com

Maskapai Sriwijaya Air – www.kabarpenumpang.com

Semua Sriwijaya Air yang sempat tertahan cukup lama di Bandara Soetta pun sudah diberangkatkan menuju daerah tujuan masing-masing. “Operasional dan jadwal penerbangan hari ini berjalan normal setelah beberapa penerbangan Sriwijaya Air kemarin delay,” kata Senior Manager Of Branch Communication and Legal, Bandara Internasional Soekarno-Hatta Febri Toga Simatupang, di Jakarta, seperti dikutip dari Senayanpost.

Executive General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta Agus Haryadi beserta jajarannya pun sempat turun ke terminal untuk memastikan bahwa seluruh penumpang Sriwijaya Air yang mengalami delay sudah dilayani dengan baik. “Semua penumpang yang terkena keterlambatan sudah berhasil diterbangkan kemarin. Jadi tidak ada penumpang yang gagal terbang. Adapun yang dialihkan dengan pesawat charter sebanyak lima pesawat,” beber Febri.

Setidaknya ada 12 penerbangan Sriwijaya Air yang delay. Seluruh penumpang yang terdampak keterlambatan tersebut pun sudah memperoleh kompensasi dari pihak airlines sesuai Peraturan Menteri Perhubungan nomor 89 tahun 2015.

Sementara itu, pihak Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan juga akan terus mengawasi operasional maskapai Sriwijaya Air dan Nam Air untuk memastikan aspek keselamatan, keamanan, dan juga pelayanan terhadap para pengguna jasa.

“Kami berharap PT Sriwijaya Air dapat terus melakukan pelayanan yang terbaik sehingga masyarakat dapat terus terlayani dan kami akan terus melakukan pengawasan dan monitoring untuk memastikan pelayanan penerbangan berlangsung selamat, aman dan nyaman,” ungkap Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B Pramesti.

Pengawasan ketat yang dilakukan adalah memastikan seluruh pesawat yang dioperasikan Sriwijaya Air Group telah memenuhi persyaratan penerbangan. “Jika hal tersebut tidak terpenuhi maka Ditjen Hubud akan mengambil langkah tegas dalam rangka menjamin keselamatan penerbangan,” papar Polana.

Berikutnya juga memastikan kualitas pelayanan tetap sama, sesuai manajemen keterlambatan (delay management), di mana sesuai ketentuan bahwa penumpang bisa melakukan proses penjadwalan ulang (reschedule) penerbangan, pengembalian biaya tiket (refund), serta bila terjadi delay juga harus ditangani sesuai Peraturan Menteri PM 89 Tahun 2015 Tentang Penanganan Keterlambatan Penerbangan (Delay Management) pada Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal di Indonesia. Yang terakhir, Sriwijaya Air pun harus memberi laporan terkait pesawat yang dioperasikan tiap harinya pada Ditjen Hubud.