AP II Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Bandara Soekarno-Hatta

Tangerang – Dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona, PT Angkasa Pura (AP) II bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I (Soetta) Tangerang, Banten melakukan penyemprotan disinfektan di kawasan Bandara . Penyemprotan tersebut dilakukan di Bandara Soetta dan Skytrain pada Jumat (6/3) pukul 00.30 WIB supaya tidak menimbulkan kekhawatiran untuk para pengunjung.

Yado Yarismano, Vice President of Corporate Communication PT Angkasa Pura II - deladeni.com

Yado Yarismano, Vice President of Corporate Communication PT Angkasa Pura II – deladeni.com

Menurut VP of Corporate Communications PT AP II Yado Yarismano, penyemprotan cairan disinfektan ini dilakukan setiap hari, terutama sejak ditemukannya kasus corona di Kota Depok, Jawa Barat. “Penyemprotan cairan disinfektan dilakukan setiap hari pada jam tidak sibuk atau low hours. Ini sebagai upaya mensterilkan area publik dari virus dan bakteri,” kata Yado di Bandara Soetta, seperti dilansir Sindonews.

Chief Officer In Charge Bandara Soekarno-Hatta Edi Rohadi menambahkan, penyemprotan disinfektan di area kedatangan internasional Bandara Soetta ini dilakukan untuk mencegah penularan virus melalui yang tersedia. “Penyemprotan disinfektan yang tujuan utamanya adalah melakukan pencegahan daripada penyebaran virus,” papar Edi, Kamis (5/3).

Ada beberapa hal yang menjadi fokus penyemprotan, yakni bagian fasilitas yang sering digunakan oleh para penumpang. “Misalnya, handle, kemudian trolley, kemudian toilet ada yang sering dijamah oleh penumpang,” jelas Edi.

Penyemprotan disinfektan difokuskan pada titik kedatangan internasional yang paling ramai, yaitu area kedatangan internasional di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. “Jadi dari Terminal 3 kemudian APMS kemudian ke Terminal 2F,” ungkap Edi.

Lebih lanjut Edi menjelaskan, penyemprotan disinfektan itu akan dilakukan secara bertahap dan periodik supaya dapat terus menjaga kawasan Bandara Soetta tetap steril dari bakteri dan virus. Para petugas pun sengaja diperintahkan untuk menyemprot seluruh area di tengah malam untuk menghindari aktivitas keramaian penumpang yang datang. “Karena sepi mempermudah kerjanya teman-teman yang melakukan (penyemprotan) disinfektan,” bebernya.

Tak hanya penyemprotan disinfektan di terminal dan skytrain, AP II juga memperketat pengawasan penumpang maskapai yang baru tiba dari luar negeri. “Penumpang dari luar negeri diharuskan melalui prosedur pengisian Kartu Kewaspadaan Kesehatan (Health Alert Card/HAC) lalu pemeriksaan suhu tubuh dengan thermal scanner dan thermo gun,” ujar Yado.

AP II dan KKP Bandara Soetta pun menambah tenaga medis untuk mempermudah pemeriksaan. “Pengetatan pengawasan dibutuhkan untuk memproteksi Indonesia, namun tanpa menakut-nakuti penumpang pesawat. Kami tetap memerhatikan aspek pelayanan, keamanan, dan keselamatan,” pungkas Yado.