Social Distancing, Jasa Porter untuk KA Bandara Soetta Ditiadakan Sementara

Jakarta – Untuk mencegah penyebaran di Indonesia, pemerintah telah menerapkan berbagai kebijakan mulai dari social distancing, work & school from home, hingga yang terbaru adalah pembatasan sosial skala besar.

Eko Budiyanto, Manager Humas Daop 6 Yogyakarta - banten.antaranews.com

Eko Budiyanto, Manager Humas Daop 6 Yogyakarta – banten.antaranews.com

Sejalan dengan hal tersebut, PT Railink selaku pengelola kereta api (KA) pun kini memberlakukan beberapa kebijakan. Misalnya saja penerapan physical distancing, penyemprotan disinfektan, hingga mengimbau para untuk membeli tiket secara online melalui KAI Access untuk menghindari antrean di stasiun.

Di samping itu, Railink juga menerapkan kebijakan baru berkaitan dengan City Check-in dan Baggage Handling. Untuk para traveler yang hendak bepergian dan melakukan perjalanan dengan KA Bandara Soetta, per tanggal 31 Maret 2020 KA Bandara Soetta tak lagi melayani City Check-in dan Baggage Handling untuk sementara waktu.

Kebijakan ini disampaikan melalui akun Instagram resmi @kabandararailink dan diberlakukan sejak tanggal 1 April sampai dengan 31 Mei 2020 mendatang di Stasiun BNI City. Pihak Railink sengaja menerapkan peraturan ini untuk mengantisipasi penularan virus corona (Covid-19) di lingkungan KA Bandara Soekarno-Hatta.

Dengan diterapkannya langkah tersebut, maka layanan porter yang membantu mengangkut barang-barang bawaan penumpang untuk ke Stasiun Bandara Soekarno-Hatta kini sudah tak lagi beroperasi. 

Tak hanya KA Bandara Soetta, KA Bandara YIA (Yogyakarta International Airport) pun kini mulai dibatasi operasionalnya. Pembatasan operasional KA Bandara Yogyakarta ini telah dilakukan sejak beberapa hari lalu. “Sebelumnya terdapat 24 perjalanan PP KA bandara tiap harinya, namun sejak merebak virus corona, kami kurangi menjadi delapan trip,” kata Manager Humas Daop 6 Yogyakarta Eko Budiyanto.

Menurut Eko, 8 trip per hari ini dianggap sudah cukup mengakomodir kebutuhan masyarakat untuk bepergian di saat seperti ini. Adapun untuk 1 kereta bisa mengangkut sekitar 396 penumpang dalam 1 rangkaian. “396 tersebut terbagi atas 196 penumpang duduk dan 200 berdiri dan itu diperkirakan sudah sangat cukup, terlebih terdapat penurunan arus penumpang yang memakai transportasi pesawat,” ucapnya.

Rencana pengurangan operasional KA Bandara Yogyakarta ini berlangsung sampai 30 April 2020 depan setelah melalui kajian dan melihat perkembangan dari instruksi KAI pusat. “Walaupun terjadi pengurangan perjalanan kereta namun kami tetap melakukan standar pencegahan Covid-19 yaitu cek suhu tubuh dan memberlakukan social distancing di area stasiun,” tuturnya.