Bandara Soekarno-Hatta Jajaki Kerjasama dengan Taksi Online

PT selaku operator sedang menjajaki kemungkinan menjalin kerjasama dengan pelaku usaha taksi online. Pasalnya, masih banyak taksi online yang beroperasi di area bandara untuk mengangkut penumpang meski aturan yang berlaku sudah melarangnya.

Senior General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Suriawan Wakan - www.airmagz.com

Senior General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Suriawan Wakan – www.airmagz.com

“Sebenarnya, kalau bawa penumpang ke sini (bandara), boleh-boleh saja,” ungkap Senior General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Suriawan Wakan. “Namun, kalau mengangkut penumpang dari bandara, tidak diperbolehkan. Karena, kasihan moda umum lainnya yang sudah menjalin kerjasama dengan kami.”

Diakui Wakan, banyak sopir taksi online yang main kucing-kucingan dengan petugas. Bahkan, para sopir tersebut seringkali bersembunyi di area tertentu. “Mereka stand by menunggu order para penumpang dari Bandara Soetta,” lanjutnya.

“Jadi, menurut saya, lebih baik mereka bekerjasama dengan kami,” sambung Wakan. “Namun, konsep kerjasama yang dimaksud memang belum terbentuk dan kami masih harus membicarakan lebih lanjut dengan pihak komersial dan legal di Bandara Soekarno-Hatta.”

Hal tersebut, ditambahkan Wakan, agar kebijakan yang terbentuk nanti tetap sesuai dengan aturan dan tidak merugikan pelaku usaha transportasi yang lain. “Masalah konsep kerjasama, biar ditangani pihak komersial dan legal bandara agar sesuai dengan aturan dan tidak merugikan (transportasi) yang lain,” imbuh Wakan.

Saat ini, moda transportasi yang diperbolehkan beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta adalah taksi, , bus , dan mobil induk Koperasi Angkutan Udara. Khusus untuk mobil induk Koperasi Angkutan Udara, awalnya merupakan taksi gelap namun kini telah ditertibkan dan dibina serta dikelola secara resmi.