13 Juli 2020, Garuda Tambah Jadwal Penerbangan Rute Jambi-Jakarta Jadi Setiap Hari

Jakarta akan menambah rute Jambi-Jakarta pergi pulang (PP) mulai Senin (13/7) mendatang, dari yang sebelumnya hanya 3 kali sepekan menjadi setiap hari. Penambahan penerbangan ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan masyarakat di rute perjalanan tersebut yang terus mengalami peningkatan.

Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta - www.tribunnews.com

Garuda Indonesia di – www.tribunnews.com

Hal ini disampaikan langsung oleh Manager Sales & Sevices Garuda Indonesia Area Jambi Firman Nazar. Pesawat Garuda Indonesia dijadwalkan terbang dari Jakarta melalui Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 08.55 WIB, sedangkan untuk penerbangan sebaliknya dari Bandara Sultan Thaha berangkat pada jadwal jam 11.15 WIB.

Menurut Firman, okupansi atau tingkat keterisian kursi pesawat Garuda dari Jambi ke Jakarta saat ini mencapai angka 70%. “Keterisian tempat duduk di angka 70 persen,” ujar Firman, seperti dilansir Antara.

Para calon penumpang tetap diwajibkan untuk memenuhi sejumlah persyaratan dalam penerbangan di masa new normal atau normal baru, seperti surat keterangan sehat, bebas Covid-19 dari hasil rapid test, dan sejumlah dokumen lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Pastikan penumpang melengkapi persyaratan dokumen sebelum melakukan perjalanan, sesuai syarat dan ketentuan berlaku,” terang Firman.

Tak hanya ke Jambi, Garuda juga akan menambah jumlah penerbangan langsung rute Jakarta-Palembang pada 13 Juli 2020. “Iya kita tambah jadwal penerbangannya semula hanya pagi menjelang siang saja, kini ditambah juga jadwal penerbangan sore,” kata Manager Marketing Garuda Indonesia, Meisye Paulina Tambunan.

Guna memastikan keamanan dan kenyamanan calon penumpang, Garuda Indonesia melakukan disinfeksi pada seluruh area kabin yang memiliki kontak langsung dengan penumpang, seperti toilet, kursi, meja, sandaran kepala, sandaran tangan, tempat penyimpanan bagasi, dan galley.

Tiap armada pesawat Garuda Indonesia pun dilengkapi sistem filtrasi udara High Efficiency Particulate Air (HEPA). Sistem penyaring udara tersebut diklaim mampu menyaring 99,999 persen partikel debu dan kontaminan udara, seperti virus dan bakteri supaya kualitas udara di kabin senantiasa terjaga kebersihannya.

“Selama penerbangan juga kita berikan jarak antar penumpang sehingga tidak duduk berdekatan dan setiap penerbangan juga dibatasi maksimal keterisian kursi 50 persen meski pemerintah memberikan izin keterisian kursi hingga 70 pesen,” beber Meisye.