Kemenhub Pamerkan Hasil Sayembara Desain 3 Bandara di Soekarno-Hatta

Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama PT Angkasa Pura (AP) II dan Ikatan Arsitek Indonesia mengadakan Pameran Sayembara di Bandara Tangerang, Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Ngurah Rai Bali, dan Bandara Kualanamu Sumatera Utara. Pameran itu sendiri diadakan dari tanggal 10 September – 31 Oktober 2019 mendatang.

Sayembara Desain 3 Bandara di Soekarno-Hatta - tangerangnews.com

Sayembara Desain 3 Bandara di Soekarno-Hatta – tangerangnews.com

Hasil karya sayembara yang dipamerkan dalam acara itu jumlahnya mencapai 15 desain bandara, meliputi desain untuk Bandara Ngloram, Bandara Sukabumi, dan Bandara Dewadaru. Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Bandara Ngloram dan Bandara Sukabumi saat ini tengah dalam tahap . Desain kedua bandara tersebut memakai hasil karya anak bangsa yang disayembarakan. “Jadi banyak bandara-bandara yang kita akan bangun dalam konteks ini saya akan sampaikan bahwa bandara-bandara ini sudah didesain oleh arsitektur Indonesia,” ucapnya, dikutip dari Tangerangnews.

“Ini cara atau kita menempa arsitek kita yang memang sudah memiliki kemampuan dan juga merangsang kreativitas bagi arsitek yang lain dan setelah itu memberikan suatu pembelajaran bagi arsitek yang junior maupun mereka yang masih di bangku SMA,” sambung Budi.

Lebih lanjut Budi memaparkan, hasil karya pemenang akan digunakan sebagai acuan pembangunan di 3 bandara yang sedang dan hendak dibangun oleh Kemenhub. Adapun untuk Bandara Ngloram ada pada tahap land clearing, sehingga pembangunan terminal dapat segera dilakukan dan ditargetkan selesai akhir tahun 2020.

Lalu bandara di Karimun Jawa kini sudah ada namun masih akan dikembangkan dengan mengganti bangunan lama dengan yang baru hasil dari desain pemenang sayembara. Proses pengerjaan bandara di Karimun Jawa tersebut diprediksi rampung akhir 2021. “Untuk bandara di Sukabumi sedang proses pembebasan lahan. Tetapi ditargetkan pembangunannya selesai pada akhir 2022. Dana pembangunan ketiga bandara itu dari APBN tetapi tak menutup nanti didanai dengan skema PPP (public private partnership),” tutur Budi.

Budi mengungkapkan, sayembara desain bandara yang saat ini digelar adalah yang kedua kalinya usai tahun lalu acara serupa digelar untuk 3 bandar udara yang berbeda. Tahun depan rencananya sayembara semacam ini juga akan dilaksanakan, khususnya untuk bandara-bandara yang ada di Papua. “Tahun lalu sayembara 3 bandara, tahun ini 3 bandara. Tahun depan mungkin ada beberapa di Papua, ada di Fakfak dan Nabire. Kita bangun juga, sekarang lagi penyelesaian tanah, tahun depan kita mulai dengan sayembara bangunan,” tandasnya.