Bandara Soetta & BNPT Antisipasi Aksi Terorisme dan Radikalisme

Cengkareng – PT (Persero) bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meningkatkan koordinasi untuk memastikan aspek keamanan bandar udara, khususnya dalam rangka mencegah radikalisme dan terorisme.

Muhammad Awaluddin, Direktur Utama PT AP II - swa.co.id

Muhammad Awaluddin, Direktur Utama PT AP II – swa.co.id

Menurut Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, pencegahan dan penanggulangan keadaan yang membahayakan dan publik di dilakukan dengan pendekatan keamanan internal dan eksternal. Selain itu, AP II senantiasa fokus untuk mendukung kelancaran operasional dan .

“Keamanan adalah fokus utama, dan sejalan dengan itu kami selalu meningkatkan dan memperbarui prosedur serta untuk memastikan keamanan dan mencegah aksi teror seperti misalnya di Bandara yang merupakan pintu gerbang utama Indonesia dan bandara terbesar serta tersibuk di Tanah Air,” kata Awaluddin, Jumat (11/12), seperti dilansir Bisnis.

Lebih lanjut Awaluddin memaparkan bahwa Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten kini telah dilengkapi fasilitas keamanan setara dengan bandara-bandara internasional lain di dunia, seperti CCTV dengan kemampuan analytics, Baggage Handling System (BHS) Level 5 di Terminal 3 yang dapat mendeteksi bahan peledak. Belum lama ini juga baru saja didatangkan penahan ledakan (explosive containment) dengan advanced technology yang pertama digunakan di bandara Indonesia, diberi nama Nakula.

Selain itu, Bandara Soetta juga sudah menerapkan teknologi Airport Security Web, di mana teknologi tersebut bisa memonitor operasional personel Aviation Security secara digital. Fasilitas-fasilitas itu adalah salah satu upaya PT AP II dalam melakukan antisipasi pencegahan dan penanggulangan aksi terorisme secara eksternal, yakni dengan melakukan upaya mitigasi ancaman terhadap sarana dan prasarana bandara.

Pengamanan bandara bukan hanya dilakukan oleh Avsec, tetapi juga didukung sinergitas TNI dan Polri. “Penegakan hukum dan aspek pengamanan bandara sebagai objek vital harus dijaga, karena apabila tidak kondisi ini akan sangat mempengaruhi reputasi negara sekaligus reputasi Bandara Soekarno-Hatta sebagai bandara internasional. Sehingga aspek-aspek pengamanan di bandara harus dikoordinasikan,” jelas Awaluddin.

Kepala BNPT Boy Rafli Amar pun berharap agar ke depannya kerja sama antara BNPT dan AP II bisa segera dikonkretkan lewat program bersama untuk memastikan keamanan dan keselamatan penerbangan dan seluruh masyarakat. “Tentunya melalui kerja sama ini dapat kita lakukan program pencegahan di wilayah kerja Angkasa Pura II. Kita harus menjamin bahwa seluruh bandara yang ada di seluruh Indonesia terbebas dari potensi ancaman, karena bandara adalah gerbang awal baik itu antarnegara mau pun antarpulau,” tandas Boy.