Punya Tunggakan, 9 Restoran di Terminal 3 Ultimate Bandara Soetta Tutup

Jakarta – Beberapa restoran dan gerai kopi di Ultimate , Tangerang, Banten terlihat tutup. Restoran-restoran yang tutup tersebut berada di area . Pada Senin (29/7), setidaknya terdapat 7 restoran dan gerai kopi yang terlihat tutup, yakni JJ Royal Cafe, Warung Kita, Papa Buns, dan Anomali Coffee.

Salah Satu Restoran di Terminal 3 Ultimate Bandara Soetta Tutup - www.cnnindonesia.com

Salah Satu Restoran di Terminal 3 Ultimate Bandara Soetta Tutup – www.cnnindonesia.com

Toko-toko yang tutup itu diselimuti oleh kain hitam dan kursi-kursinya diangkat sampai ke atas meja. Tampak tak ada aliran listrik yang menerangi toko. Hal ini terlihat dari suasana toko yang tidak ada satupun lampu yang menyala. Bahkan salah satu toko menyertakan catatan bertuliskan ‘Tutup Sementara.’

Adapun sejumlah restoran dan gerai kopi itu berlokasi di sekitar pintu keberangkatan penerbangan domestik antara gate 12-16, T3 Ultimate Bandara Soetta. Sementara itu, toko-toko lain seperti penjual souvenir dan apotek masih terlihat berjejer tegak. Ketika restoran tutup, suasana di Terminal 3 Ultimate Bandara Soetta menurut pantauan CNN Indonesia terlihat tidak begitu ramai. Pasalnya, untuk penerbangan domestik di terminal ini hanya dilayani oleh maskapai Garuda Indonesia.

Menurut Senior Manager of Branch Communication and Legal Bandara Soekarno Hatta Febri Toga Simatupang, setidaknya terdapat sekitar 9 penyewa yang tergabung dalam konsorsium. Restoran-restoran tersebut terpaksa tutup lantaran operasionalnya terkendala oleh aliran listrik yang memang sengaja dimatikan oleh pihak PT Angkasa Pura (AP) II selaku pengelola Bandara Soetta.

Aliran listrik tersebut dimatikan lantaran restoran-restoran tersebut memiliki tunggakan kewajiban yang masih belum dibayarkan. “Kami melakukan tindakan sesuai aturan yang berlaku, sesuai kesepakatan dengan tenant. Intinya, ada tunggakan tenant kepada kami, seperti biaya sewa dan konsesi,” jelas Febri, seperti dilansir CNN Indonesia.

Lebih lanjut Febri menuturkan, pihak AP II sudah melakukan tindakan sesuai aturan, yakni melakukan negosiasi dan diskusi secara kekeluargaan. “Sudah beberapa kali. Sampai surat peringatan 1, 2, 3. Namun, kurang diindahkan, sehingga kami memutuskan aliran listrik,” sambungnya.

Pemutusan aliran listrik ke tenant ini dilangsungkan sejak Kamis (25/7) malam. Akan tetapi, penyewa sudah bisa melanjutkan aktivitasnya mulai (29/7) siang, sebab tenant terkait telah berjanji melakukan pembayaran. “Sebagian sudah masuk pembayarannya, tetapi belum semua,” tandasnya.