Bakal Disubsidi, Penumpang Bisa Naik KA Bandara Soetta Seharga Rp 3.500 dari Stasiun Duri

Jakarta – Sejak dioperasikan (KA) , banyak masyarakat yang berpendapat bahwa perjalanan KRL menjadi kacau. Bahkan di Stasiun Duri, Jakarta pun terpantau padat. Untuk mengatasi hal ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pun menyiapkan sejumlah strategi, salah satunya dengan menambah pemberangkatan dari dan ke Stasiun Duri.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi - properti.kompas.com

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi – properti.kompas.com

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkapkan bahwa pihaknya akan menyiapkan KA Bandara untuk menampung penumpang. Sehingga penumpang dari atau ke Stasiun Duri bisa menumpang KA Bandara Soetta dengan tarif yang telah disubsidi oleh pemerintah. Dengan demikian, masyarakat dapat naik KA Bandara Soetta hanya dengan membayar seharga tiket KRL.

“Nanti kita akan memberikan jatah, jumlahnya akan ditentukan oleh Pak Dirjen ada para penumpang kereta api menggunakan kereta api Railink dengan waktu tertentu dengan jumlah tertentu yang akan ditentukan,” ujar Budi di Jakarta, Jumat (6/4), seperti dilansir Liputan 6.

Harga tiketnya kelak akan disesuaikan dengan harga KRL, yakni sebesar Rp 3.500 untuk tiap perjalanan. Bedanya, penumpang tak perlu melakukan tap menggunakan kartu, tetapi diharuskan untuk membeli tiket. Mekanisme pembelian tiket tersebut nantinya masih akan dibahas lebih lanjut. “Harga tiketnya sama dengan harga KRL yang nanggung nanti KAI saya subsidi. Supaya Railink sebagai perusahaan swasta enggak rugi,” bebernya.

Karena kuota penumpang terbatas, kelak tidak semua masyarakat bisa menaiki KA Bandara Soetta yang telah disubsidi tersebut. Sebab akan ada beberapa kriteria penumpang khusus saja yang ketentuannya ditetapkan perwakilan dari pecinta KRL. Pemakaian KA Bandara juga dibatasi, masing-masing 1 pada pagi hari untuk rute Batu Ceper-Duri dan satu lagi di sore hari dari Duri ke Batu Ceper.

“Tapi dengan waktu tertentu dengan jumlah tertentu yang akan ditentukan. Dan itu akan diberikan kepada para pecinta dan diberikan semacam satu tiket,” jelas Budi. Lebih lanjut Budi menambahkan jika subsidi hanya diberikan sementara sambil menunggu rampungnya pembangunan jalur tunggu kereta di Stasiun Duri. Jika pembangunannya selesai, maka KA Bandara Soetta diyakini tak lagi mengganggu perjalanan KRL di Stasiun Duri.